Jumat, 21 Sep 2018 10:03 WIB

Jangan Panik! Begini Caranya Menangani Orang Tak Sadarkan Diri

Widiya Wiyanti - detikHealth
Melakukan kompresi dada untuk pertolongan pertama orang henti jantung dan napas. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth Melakukan kompresi dada untuk pertolongan pertama orang henti jantung dan napas. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Kebanyakan orang panik ketika menemukan orang yang tiba-tiba tidak sadarkan diri. Apalagi jika tidak sadarkan diri karena serangan jantung yang mengakibatkan jantung dan napas terhenti.

Menurut dokter spesialis okupasi, dr Raymos Hutapea, SpOK, orang tak sadarkan diri karena henti jantung dan napas, otaknya tidak mendapatkan cukup oksigen dan ini bisa membahayakan nyawanya.

"Berhenti jantung satu menit saja, oksigen tidak dapat mengalir ke otak dan organ-organ tubuh," ujarnya saat Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Gedung Graha Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).

Lantas, apa yang harus kita lakukan jika menemukan orang yang tidak sadarkan diri? Menurut tim Bantuan Hidup Dasar (BHD) RSPP, bagi orang awam bisa menggunakan istilah 'Pak Minta Tolong Pijat'.



Istilah 'Pak' yaitu untuk panggil korban yang tidak sadar dengan suara teriakan dan rangsang nyeri, seperti mencubitnya. Jika tidak ada respon dari korban, bisa melakukan langkah yang kedua, yaitu 'Minta Tolong'.

"Minta tolong ke orang lain untuk telepon 119 agar segera dikirimkan ambulans. Jika sendirian, langsung telepon saja, sebutkan nama dan lokasi dengan jelas," tutur Achirman, salah satu tim BHD RSPP kepada detikHealth.



Setelah minta tolong, kemudian bisa melakukan 'Pijat'. Pijat yang dimaksud adalah melakukan kompresi (penekanan) di dada sebanyak 100-200 kali dengan kedalam sekitar 5-6 sentimeter.

"Tulang dada dibagi dua, ambil bagian bawahnya. Taro tangannya terserah mau yang kanan di bawah atau kiri yang di bawah. Tangan yang satu di atas menjepit. Posisi tangan harus lurus ya, nekennya pakai berat badan," jelas Achirman.

"Kaki juga harus lurus ya, jangan miring," tambahnya.



Setelah melakukan kompresi sebanyak 200 kali dengan kecepatan 100-120 kali per menit, evaluasi korban, apakah sudah ada respon dari korban atau belum. Jika belum ada respon, ulangi kompresi sebanyak 200 kali lagi. Lakukan begitu seterusnya hingga bantuan medis datang.

Namun, jika korban menunjukkan respon dengan bernapas tetapi belum sadar, bisa miringkan badan korban dengan posisi 'Miring Mantap'. Yaitu menyilangkan tangan kiri ke bagian kepala kanan, kemudian menekukkan kaki kiri. Lalu tubuh dimiringkan ke arah kanan.

"Ini posisi untuk mengunci sehingga dia tidak bergerak. Ini posisi kepala, nempel. Ini posisinya supaya kalau muntah tidak menghalangi jalur napas," kata Achirman.

Untuk mempelajari cara pertolongan pertama Bantuan Hidup Dasar (BHD) ini, bisa dilihat video berikut:

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed