Senin, 24 Sep 2018 09:30 WIB

Lima Prinsip Sehat ala Warga Swiss

Rosmha Widiyani - detikHealth
Halaman 1 dari 6
Foto pegunungan di Swiss (@jurnalis/dTraveler) Foto pegunungan di Swiss (@jurnalis/d'Traveler)
Jakarta - Swiss dikenal sebagai salah satu negara paling makmur di dunia, dengan warganya yang berumur panjang. Dalam daftar Health at A Glance 2017 yang disusun Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Swiss menempati posisi 10 dengan dengan rata-rata lama hidup 82,3 tahun.

Pemerintah Swiss melakukan dan menerapkan revisi kebijakan kesehatan mulai 2009 hingga 2017. Salah satunya terkait pola makan yang diyakini sebagai faktor risiko terbesar dalam kesehatan. Dilasnir dari situs Education, Audiovisual and Culture Executive Agency (EACEA) Europe Commision, pola makan warga Swiss sebetulnya sudah membaik sejak 1990an. Namun asupan sayur dan buah tetap lebih rendah dibanding gula, garam, dan lemak.

Swiss memberi makanan gratis di tempat umum misal sekolah, panti, dan rumah sakit dengan nutrisi yang cukup dan seimbang. Makanan bergizi tersedia setiap hari untuk semua siswa yang berusia 7 hingga 16 tahun. Pemerintah juga menjamin kecukupan gizi bagi siswa dengan rentang usia 16 hingga 19 tahun. Makanan tersedia hangat dalam berbagai pilihan antara lain salad, roti, butter, sisi, dan air putih.



Masyarakat Swiss juga memegang teguh prinsip berikut untuk menjaga kesehatannya. Prinsip ini tentunya bisa dilaksanakan masyarakat Indonesia. (up/up)
News Feed