Senin, 24 Sep 2018 11:29 WIB

Respons Otak Saat Terpapar Video Sadis Pengeroyokan Suporter Persija

Christantio Utama - detikHealth
Otak manusia memberikan respons berbeda saat terpapar video sadis pengeroyokan suporter Persija (Foto: thinkstock) Otak manusia memberikan respons berbeda saat terpapar video sadis pengeroyokan suporter Persija (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dokter jiwa menyarankan untuk tidak ikut menyebarkan video sadis pengeroyokan yang menewaskan suporter Persija, Haringga Sirila, oleh oknum bobotoh Persib Bandung. Terkait dampaknya bagi kejiwaan, ia menyinggung respons otak manusia.

"Menonton kekerasan tidaklah baik untuk kesehatan jiwa," kata dr Andri, SpKJ, dokter jiwa dari Omni Alam Sutra, saat dihubungi detikHealth, Senin (24/9/2018).

"Karena ketika kita dihadapkan pada 2 pilihan kekerasan dan kebahagiaan, otak kita akan merespons secara lebih positif terhadap kebahagiaan," lanjutnya.



Menonton tayangan positif, menurut dr Andri lebih bermanfaat bagi kesehatan jiwa.

"Tentunya hal tersebut (tayangan positif) akan mempengaruhi kesehatan jiwa kita secara keseluruhan dibandingkan kita menyaksikan video kekerasan," jelasnya.




Saksikan juga video 'Kemenangan Persib Ternoda Tewasnya Jakmania oleh Oknum Bobotoh':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed