Senin, 24 Sep 2018 17:20 WIB

Jadi Korban 'Begal Pantat' di Jalanan? Ini Saran Psikolog

Annissa Widya Davita - detikHealth
Ilustrasi pelecehan seksual (Ilustrator: MINDRA PURNOMO/detikcom) Ilustrasi pelecehan seksual (Ilustrator: MINDRA PURNOMO/detikcom)
Jakarta - Makin marak pelecehan seksual yang dilakukan, seperti 'begal pantat' yang baru-baru ini menghebohkan Pasar Manukan, Tandes, Surabaya. Pelaku meraba atau meremas bagian tubuh tertentu, lalu kabur.

Perilaku semacam ini terjadi bukan cuma di Surabaya. Sehari-hari, selalu saja ada pelecehan seksual terjadi di jalanan. Apa sih yang bisa dilakukan saat menjadi korban?

"Apapun cara yang bisa dilakukan untuk membela diri, lakukan saja," kata Felicia Ilona Nainggolan, MPsi, psikolog klinis dari Personal Growth, saat dihubungi detikHealth, Senin (24/9/2018).



Layaknya perilaku begal atau pencurian, biasanya pelecehan seksual ini dilakukan di tempat yang cukup jauh dari lalu-lalang orang. Oleh karena itu, Felicia menambahkan tips-tips sebagai berikut:

a. Lakukan berbagai cara untuk mendapat atensi dari orang-orang sekitar (misal: berteriak), hal ini dilakukan supaya pelaku merasa takut dan kitapun mendapat bantuan dari orang lain.
b. Segera jauhi pelaku dan lari ke tempat yang lebih ramai, dirasa lebih aman dan kita bisa mendapat pertolongan.
c. Jika rasa takut atau sedih masih dirasakan, temui atau hubungi orang yang bisa diajak bercerita agar kita mendapatkan dukungan moral dan emosional.

Pencegahan juga bisa dilakukan, karena pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja tanpa pandang bulu. Bahkan sekalipun orang tersebut telah menjaga dan membawa dirinya dengan pintar dan baik di lingkungan. Meski begitu, pembawaan tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan guna meminimalisir risiko.

(up/up)
News Feed