Senin, 24 Sep 2018 18:21 WIB

Muncul Wabah Infeksi Mata Langka di Antara Pengguna Softlens

Firdaus Anwar - detikHealth
Contoh mata pasien yang terkena Acanthamoeba keratitis. (Foto: CNN)
Jakarta - Softlens atau lensa kontak adalah salah satu alat bantu penglihatan yang sering dipakai orang-orang. Namun penggunannya harus ekstra hati-hati karena lebih berisiko dibandingkan alat bantu lain seperti kacamata.

Seperti yang ditemukan studi terbaru oleh peneliti University College London, ada peningkatan kasus infeksi mata langka di antara para pengguna softlens. Penyebabnya adalah mikroorganisme bernama Acanthamoeba yang bisa menyebabkan inflamasi kornea.



Pemimpin studi dr John Dart mengatakan ada peningkatan kasus infeksi nyaris tiga kali lipat di Inggris. Tahun 2011-2016 infeksi Acanthamoeba dilaporkan rata-rata ada sekitar 18,5 kasus per tahun, namun kini angkanya sudah meningkat jadi 50,3 per tahun.

"Jelas ini ada masalah. Acanthamoeba keratitis adalah salah satu jenis infeksi mata yang paling buruk," kata dr John seperti dikutip dari CNN.

"Acanthamoeba keratitis adalah infeksi yang langka, tapi bila terjadi, efeknya luar biasa besar memengaruhi hidup pasien. Hanya sekitar 70 persen pasien yang bisa sembuh dalam waktu 12 bulan. Sisanya 30 persen perlu perawaatan mata lebih dari setahun," lanjut dr John.

Acanthamoeba berbahaya bagi mata karena tahan terhadap antibiotik dan akan membuat lapisan kornea meradang hingga lama-lama robek. Bila sudah demikan maka transplantasi kornea jadi satu-satunya jalan untuk memperbaiki fungsi penglihatan pasien.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) kasus infeksi Acanthamoeba memang sekitar 85 persen terjadi di antara pengguna softlens.

(fds/up)