Senin, 24 Sep 2018 20:10 WIB

Batuk Pilek Tak Butuh Antibiotik, Ini yang Sebenarnya Lebih Dibutuhkan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Saat batuk pilek jangan selalu langsung mencari obat. (Foto: Thinkstock) Saat batuk pilek jangan selalu langsung mencari obat. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Batuk pilek mungkin pernah diderita hampir seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi gangguan ini. Mulai dari sekadar istirahat, minum vitamin, atau minum obat salah satunya antibiotik.

Batuk pilek ternyata tak perlu diatasi dengan antibiotik, yang bisa memusnahkan seluruh bakteri dalam tubuh. Batuk pilek adalah cara tubuh melindungi paru-paru dari menumpuknya lendir.

"Batuk pilek bukan penyakit," kata Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikrobia (KPRA) Harry Parathon.

Penderita batuk pilek sebaiknya istirahat, minum cukup air putih, sayur, buah, dan rutin mengeluarkan lendir dari dalam tubuh. Harry menjelaskan, tidak semua bakteri bersifat merugikan tubuh. Sekitar 100 triliun bakteri menguntungkan sistem metabolisme dan pertahanan tubuh. Bakteri ini mengolah makanan dan membuat vitamin B serta K.



Fungsi lainnya adalah memicu pembentukan antibodi, serta menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Harry menjelaskan, semua fungsi tersebut hilang seiring matinya bakteri baik akibat konsumsi antibiotik. Penggunaan antibiotik berlebihan juga berisiko menimbulkan resistensi, yang menurunkan risiko pemulihan penyakit.

Harry menyarankan masyarakat berkonsultasi terlebih dulu sebelum mengonsumsi antibiotik. Bila perlu, pasien bisa meminta pemeriksaan laboratorium yang meyakinkan pentingnya antibiotik. Tak semua gangguan pada tubuh harus diatasi dengan antibiotik, kecuali yang sudah mengganggu fungsi tubuh, produktivitas, dan pertumbuhan

(up/up)
News Feed