Rabu, 26 Sep 2018 15:16 WIB

Kesetrum Listrik, Kenapa Bisa Mematikan?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ingat bahaya arus listrik. Foto: Thinkstock Ingat bahaya arus listrik. Foto: Thinkstock
Jakarta - Listrik adalah salah satu hal yang bisa jadi teman dan lawan bagi manusia, tergantung bagaimana kondisinya. Kesetrum atau tersetrum listik bisa membahayakan diri, bahkan bisa menyebabkan kematian seperti yang terjadi pada kakak kandung penyanyi Syahrini, almarhum Dadang Zaelani. Namun tentu saja ini dipengaruhi oleh banyak hal di antaranya tegangan listrik.

Lantas bagaimana pengobatan yang akan dilakukan ketika seseorang mengalami sengatan arus listrik?

"Beda-beda. Kalau bicara pertolongan gawat darurat semua mulai dari aman diri, aman lingkungan, aman pasiennya, kalau pasiennya kalau enggak sadar bantuan hidup dasar ya kalau sadar segera dibawa ke rumah sakit, prinsipnya sama," kata Sabar, SKep, Ners, dari tim Basic Life Support Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) kepada detikHealth.

"Tapi kalau di rumah sakit, baru obat-obatnya nanti kalau terkait aritmianya," tambahnya.

Sementara itu, senada dengan Sabar, dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, Sp.B, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia menyebutkan pengobatan untuk tiap kasus bisa berbeda-beda. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah pertolongan pertama.


"Iya... tapi pada kasus ini...kalau terkena listrik di rumah, maka bisa terjadi gangguan pada listrik jantung sehingga bisa saja henti jantung. Pertolongan pertamanya ya orang 2 di sekitarnya harus bisa melakukan BLS (Basic Live Support). Itulah pentingnya salah satu tujuan Safe Community adalah masyarakat (orang awam) harus dilatih hingga bisa melakukan BLS," jelasnya.

Kekuatan listrik disebut low voltage bila kurang dari 1.000 Volt, sedangkan high voltage bila melebihi 1.000 volt.

Kenali juga perbedaan antara arus DC (Direct Current) dan AC (Alternative Current). Arus DC adalah arus searah itu seperti pada baterai, aki (accumulator), (low voltage) atau petir (high voltage). Sedangkan arus AC merupakan arus bolak balik seperti listrik rumah tangga, kabel lampu jalan atau taman (low voltage), atau listrik panel (kabel dari boks sikring yang menyambung ke tiang listrik), listrik untuk kereta, gardu, atau sutet (high voltage).

Pada DC low voltage, kerusakan hanya pada daerah kulit yang kontak dengan sumber listrik, sedangkan AC karena arus bolak balik, maka bisa menjalar sepanjang tubuh dan keluar pada tempat yang bersentuhan dengan tanah atau ground.
"Sehingga pada AC kerusakannya bisa seluruh tubuh yang dijalari oleh listrik, dan bisa mengganggu aliran listrik jantung. Pada high voltage AC maupun DC bisa menimbulkan multiple trauma karena korban bisa mengalami terlempar akibat efek ledakan dan luka bakar permukaan akibat panas yang muncul akan membakar pakaian," ujarnya.
(ask/up)
News Feed