Kalau Berpikir Butuh Kalori, Bisakah Langsing dengan Aktivitas Otak?

Kalau Berpikir Butuh Kalori, Bisakah Langsing dengan Aktivitas Otak?

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 27 Sep 2018 17:13 WIB
Kalau Berpikir Butuh Kalori, Bisakah Langsing dengan Aktivitas Otak?
Bisakah kamu menguruskan diri dengan berpikir ekstra keras? (Foto: thinkstock)
Jakarta - Untuk berfungsi dengan baik otak membutuhkan kalori dalam bentuk glukosa. Itulah kenapa saat berpikir keras berusaha memecahkan masalah biasanya seseorang akan merasa lebih lelah dari biasanya karena ada kalori ekstra yang dibakar.

Namun apakah itu berarti berpikir bisa jadi aktivitas yang menggantikan atau serata olahraga saat seseorang ingin kurus? Menurut ahli fisiologi dan saraf Ewan MCNay dari University of Albany jawabannya tidak.



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini karena meski otak termasuk organ yang paling boros membakar kalori, perbedaan aktivitas berpikir tidak terlalu mengubah besar asupan yang dibutuhkan. Sebagai perbandingan rata-rata otak membutuhkan 320 kalori di hari biasa, nah di hari di mana kamu banyak berpikir mungkin ada peningkatan sekitar 5 persen.

Menurut Ewan orang yang berusaha menyelesaikan masalah kognitif selama delapan jam dibandingkan dengan orang yang menonton televisi hanya berbeda membakar sekitar 100 kalori ekstra saja.

"Mungkin bila kamu melakukan sesuatu yang benar-benar menantang otak membutuhkan banyak indra, seperti belajar alat musik baru, angkanya bisa sampai 200 kalori," ungkap Ewan seperti dikutip dari Time, Kamis (27/9/2018).

Karena alasan tersebut akan lebih efesien membakar kalori dengan aktivitas fisik. Kalori yang dibakar dengan jalan kaki bolak-balik saja sudah lebih besar bila dibandingkan dengan berpikir ekstra keras.

(fds/up)

Berita Terkait