Sementara, manusia hanya mampu meregenerasi namun tidak mendiferensiasi sel dalam jaringan. Hal ini bisa dilihat dalam kasus jari terpotong, amputasi, atau patah tulang. Jaringan yang terpotong tak bisa tumbuh dan berfungsi kembali seperti sebelumnya.
"Dalam hal ini mungkin manusia kalah sama cicak ya," kata peneliti Titta Novianti dalam disertasi berjudul Aspek Hipoksia pada Regenerasi Jaringan Cecak Rumah (Hemidactylus platyurus) yang Memiliki Daya Regenerasi Tinggi Sebagai Model di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jumat (28/9/2018).
Baca juga: LIPI Temukan Katak dan Cicak Jenis Baru! |
Hewan yang satu ini punya kemampuan memutus ekor lalu menumbuhkannya kembali. Foto: iStock |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya kebutuhan oksigen mengakibatkan jaringan berada dalam kondisi hipoksia relatif. Lingkungan memiliki cukup oksigen namun tidak bisa memenuhi kebutuhan jaringan. Tubuh kemudian memproduksi protein Hypoxia Inducible Factor (HIF) yang merangsang proses regenerasi sel.
HIF kemudian bekerja sama dengan protein sitoglobin (Cygb) yang bertugas mendifusikan oksigen ke dalam sel. HIF dan Cygb bertugas memanfaatkan oksigen seefektif mungkin hingga terbentuk jaringan baru yang berfungsi baik. Hal ini tidak terjadi pada manusia sehingga proses regenerasi hanya sampai penutupan luka.












































Hewan yang satu ini punya kemampuan memutus ekor lalu menumbuhkannya kembali. Foto: iStock