Sabtu, 29 Sep 2018 16:58 WIB

Begini Cara Kurangi Asupan Kalori Sehari-Hari

Nabilla Putri - detikHealth
Foto: Shutterstock
Jakarta - Banyak orang yang giat berolahraga agar berat badan bisa berkurang. Hal tersebut tidaklah salah, tapi perhatikan juga asupan kalori sehari-hari yang justru bisa mempengaruhi kesehatan dan menambah berat badan. Ingat, berolahraga saja tak cukup untuk membuat tubuh tetap sehat.

Medical Advisor Kalbe Nutritionals, dr. Ervina Hasti, mengungkapkan untuk menurunkan berat badan yang terpenting adalah memperhatikan jumlah asupan makanan dan energi yang akan digunakan saat kita beraktivitas fisik. Jadi kombinasi antara jaga pola makan dan olahraga adalah yang paling disarankan untuk keberhasilan menurunkan berat badan.

"Setiap harinya wanita dewasa rata-rata membutuhkan asupan energi sebanyak 2.000 kalori, sedangkan pria dewasa 2.500 kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, kalori akan disimpan di dalam tubuh sebagai lemak dan membuat berat badan naik," ujar dr. Ervina kepada detikHealth, Senin (17/9/2018).


Sehingga diperlukan juga diet kalori yang dilakukan dengan membatasi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Mengurangi jumlah kalori sebanyak 500 sudah bisa membuat berat badan turun sekitar 0,5 kg per minggu. Dengan berkurangnya jumlah kalori, tubuh kita akan memecah lemak untuk dijadikan energi.

Selain itu, diet kalori bisa dilakukan dengan mengubah pola makan dan mengurangi konsumsi gula. Baik gula pasir, gula merah maupun gula aren karena gula memiliki kalori cukup tinggi, yaitu sekitar 380 kkal/100 gram hampir sama dengan kalori 100 gram nasi.

"Selain mampu mengurangi berat badan, diet kalori dengan intensitas ringan juga memberi dampak yang baik bagi kesehatan, seperti mengurangi risiko terkena diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi," tambah dr. Ervina.


Agar asupan kalori sehari-hari tidak berlebihan, dr. Ervina memberikan alternatif dengan mengonsumsi gula rendah kalori atau dikenal sebagai pemanis alternatif seperti contohnya sukralosa. Sukralosa memberikan rasa manis pada lidah namun tidak terserap oleh tubuh sehingga kalorinya rendah.

Pemanis tersebut bisa ditemukan pada Nulife Sweetener yang rendah kalori karena diolah dari tebu. Sehingga tidak meningkatkan gula darah dan aman dikonsumsi sehari-hari. (idr/up)