5 Cara Hadapi Stres Kemacetan Hari Senin

5 Cara Hadapi Stres Kemacetan Hari Senin

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 01 Okt 2018 09:28 WIB
5 Cara Hadapi Stres Kemacetan Hari Senin
Jalanan Jakarta di hari Senin bisa lebih padat dari biasanya. (Foto: Mei Amelia Rahmat/detikcom)
Jakarta - Hari Senin jalanan di perkotaan bisa lebih padat dari biasanya. Tidak dipungkiri bahwa kemacetan ini bisa menyebabkan stres dan emosi apalagi jika cuaca sedang tidak mendukung.

Perkelahian antara sesama pengguna jalan pun rentan terjadi karena kebanyakan orang mungkin sedang berada dalam tekanan.

Suasana hati yang buruk karena macet saat menjalani hari pertama tentu tidak baik untuk kesehatan mental dan fisik. Jika kamu sedang terjebak macet kemudian mengalami peningkatan detak jantung, telapak tangan berkeringat hingga kram perut, bisa dipastikan itu terkena traffic stress syndrom atau TSS (sindrom stres akibat macet).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu untuk mengatasinya seseorang perlu tahu cara mengelola stres yang baik saat berhadapan dengan kemacetan.

Dikutip detikHealth dari berbagai sumber, berikut tips-tipsnya:

Atur napas

Foto: Fajar Pratama/detikcom
Satu cara sederhana untuk mengelola stres yang bisa dilakukan di jalanan adalah meditasi dengan mengatur napas. Tidak perlu membaca mantra atau mendengarkan musik oriental tibet, kamu cuma perlu duduk tegak mengambil napas dalam-dalam sebelum mengeluarkannya secara perlahan.

"Coba stay di masa sekarang, meditasi napas benar-benar rasain tuh ada apa saja (di sekitar -red). Pada saat macet enggak usah mikir ke depannya gimana karena apa pun yang terjadi tetap enggak akan bergerak. Nikmatin saja di dalam mobil meditasi nikmati suasana sekitar," kata psikolog Liza Marielly Djaprie dari Sanatorium Dharmawangsa.

Ciptakan suasana senang

Foto: (Masaul/detikTravel)
Ini sangat penting agar terhindar dari emosi karena kondisi sekitar. Pastikan kita menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Kita bisa menyetel lagu riang ditambah menjaga suasana di dalam mobil tetap dingin dengan menyalakan AC.

Hindari polusi

Foto: Istimewa
Kalau kamu bepergian dengan menggunakan motor atau sarana transportasi lain yang terbuka sebisa mungkin hindari polusi di jalanan dengan menggunakan masker. Menurut studi paparan polusi bisa memicu peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh sehingga berpengaruh juga pada kesehatan mental.

"Sebagian peneliti mengatakan ada kemungkinan otak kita rentan terhadap partikulat debu yang bertebaran di udara," kata Anna Oudin dari Umea University, Swedia.

Aromatherapy

Foto: Thinkstock
Bau-bauan yang sedap di hidung dapat membantu suasana hati jadi lebih rileks saat menghadapi kemacetan. Oleskan minyak atsiri di kulit dengan bau favorit kamu yang menyenangkan.

"Kenapa aromaterapi membuat orang merasa lebih baik? Karena dia punya bau yang enak dan bau yang enak itu menyenangkan. Aroma-aroma tertentu juga bisa membangkitkan kenangan dan memori yang juga mempengaruhi emosi," ujar Rina Poerwadi APDHA,CIMI,PMC(IMIS), praktisi dan pendidik aromatherapy holistik.

Sugesti diri

Foto: Thinkstock
Menurut dr Andri,SpKJ,FAPM, psikiater Klinik Psikosomatik dari RS OMNI Alam Sutera karena sudah tahu Senin macet maka sebaiknya seseorang sudah bersiap-siap untuk menghadapinya. Jika dari awal pikiran sudah mengantisipasi hal tersebut maka stres jadi lebih mudah dikelola.

"Hal ini bisa menjadi salah satu 'terapi kognitif' buat diri sendiri. Jika menghadapi macet, maka sebenarnya itu sudah diprediksikan," ucap dr Andri.

Halaman 2 dari 6
Satu cara sederhana untuk mengelola stres yang bisa dilakukan di jalanan adalah meditasi dengan mengatur napas. Tidak perlu membaca mantra atau mendengarkan musik oriental tibet, kamu cuma perlu duduk tegak mengambil napas dalam-dalam sebelum mengeluarkannya secara perlahan.

"Coba stay di masa sekarang, meditasi napas benar-benar rasain tuh ada apa saja (di sekitar -red). Pada saat macet enggak usah mikir ke depannya gimana karena apa pun yang terjadi tetap enggak akan bergerak. Nikmatin saja di dalam mobil meditasi nikmati suasana sekitar," kata psikolog Liza Marielly Djaprie dari Sanatorium Dharmawangsa.

Ini sangat penting agar terhindar dari emosi karena kondisi sekitar. Pastikan kita menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Kita bisa menyetel lagu riang ditambah menjaga suasana di dalam mobil tetap dingin dengan menyalakan AC.

Kalau kamu bepergian dengan menggunakan motor atau sarana transportasi lain yang terbuka sebisa mungkin hindari polusi di jalanan dengan menggunakan masker. Menurut studi paparan polusi bisa memicu peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh sehingga berpengaruh juga pada kesehatan mental.

"Sebagian peneliti mengatakan ada kemungkinan otak kita rentan terhadap partikulat debu yang bertebaran di udara," kata Anna Oudin dari Umea University, Swedia.

Bau-bauan yang sedap di hidung dapat membantu suasana hati jadi lebih rileks saat menghadapi kemacetan. Oleskan minyak atsiri di kulit dengan bau favorit kamu yang menyenangkan.

"Kenapa aromaterapi membuat orang merasa lebih baik? Karena dia punya bau yang enak dan bau yang enak itu menyenangkan. Aroma-aroma tertentu juga bisa membangkitkan kenangan dan memori yang juga mempengaruhi emosi," ujar Rina Poerwadi APDHA,CIMI,PMC(IMIS), praktisi dan pendidik aromatherapy holistik.

Menurut dr Andri,SpKJ,FAPM, psikiater Klinik Psikosomatik dari RS OMNI Alam Sutera karena sudah tahu Senin macet maka sebaiknya seseorang sudah bersiap-siap untuk menghadapinya. Jika dari awal pikiran sudah mengantisipasi hal tersebut maka stres jadi lebih mudah dikelola.

"Hal ini bisa menjadi salah satu 'terapi kognitif' buat diri sendiri. Jika menghadapi macet, maka sebenarnya itu sudah diprediksikan," ucap dr Andri.

(fds/up)

Berita Terkait