"Saya membutuhkan alasan ke anak saya dan saya katakan saya dipukul orang. Dalam 1 minggu ke depan saya terus dikorek, namanya juga anak," ucapnya, dikutip dari detikNews.
Perihal berbohong kepada anak, psikolog Bona Sardo Hasoloan Hutahaean, MPsi menyebutkan dampaknya tentu saja tidak akan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada banyak hal yang mendasari orang tua berbohong kepada anaknya, lanjut Bona. Bisa jadi untuk menutupi aib keluarga, menganggap anak masih 'kecil' sehingga bukan kapasitasnya untuk mengetahui isu 'besar' yang dihadapi, dan berbagai alasan lainnya.
Psikolog tumbuh kembang Ratih Zulhaqqi kepada detikHealth menyebut ada banyak kemungkinan seseorang bisa berbohong. Mulai dari kekhilafan, hingga bahkan pengaruh obat.
"Bisa juga faktor seeking attention, sehingga merasa perlu memunculkan cerita dramatik," sebut Ratih.
Ratna Sarumpaet diduga mengalami pengeroyokan di Bandara Bandung pada 21 September lalu. Namun ternyata bukti-bukti penyelidikan justru menemukan Ratna terdaftar sebagai pasien di RS Khusus Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Ia pun baru-baru ini mengaku tidak mengalami penganiayaan dan menjalani operasi sedot lemak di bagia pipi.
Tonton juga 'Ratna Sarumpaet Ngaku Bohong soal Penganiayaan Dirinya!':
(up/up)











































