4 Tips Membaca Seseorang yang Tengah Berbohong

4 Tips Membaca Seseorang yang Tengah Berbohong

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Kamis, 04 Okt 2018 15:25 WIB
4 Tips Membaca Seseorang yang Tengah Berbohong
Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Geger publik mengenai kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Pada konferensi pers Rabu silam (3/10/2018), Ratna meminta maaf kepada publik dan tak lupa kepada capres Prabowo Subianto hingga mengirimkan surat permohonan maaf.

Belajar dari kasus ini, ternyata ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kebohongan yang tengah seseorang lakukan. Dikutip dari Women's Health, Xiaoqing Hu, kandidat doktoral psikologi di Northwestern University menjelaskan beberapa di antaranya.

Jawab lama untuk pertanyaan yang simpel

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Bila seseorang merespon lama untuk pertanyaan yang simpel, kamu bisa menaruh curiga pada hal tersebut. Seberapa lama? Itu relatif. Dalam riset yang dilakukan Hu, ia membandingkan waktu respons antara dua jenis pertanyaan dengan kerumitan serupa, yang pertama adalah pertanyaan yang pasti akan dijawab dengan jujur dan satunya yang mungkin akan ditanggapi dengan berbohong.

Jika jawaban untuk jenis pertanyaan kedua membutuhkan waktu lebih lama daripada yang pertama, maka jawabannya bisa jadi bohong. Simpelnya, sama halnya ketika kamu meminta seseorang untuk memberi tahumu warna favorit mereka dan tahun ketika mereka lahir, waktu respons mereka seharusnya hampir sama.

Kamu tidak bisa membayangkan peristiwa yang diceritakan secara detail

Foto: thinkstock
Radar kecurigaan seharusnya naik ketika kamu tidak bisa mengikuti cerita seseorang atau kalau kamu merasa punya lebih sedikit detail visual dan pendengaran daripada hal lain yang mereka katakan dan kamu ketahui kebenarannya.

Jika temanmu itu biasanya memberi tahu semua yang dia lihat, dengar, atau katakan, ketika berbohong ia tidak menceritakan hal menjadi lebih mendetail atau hal umum saja.

Lihat arah matanya

Foto: thinkstock
Sudah cukup diketahui banyak orang, melihat ke arah kanan ketika berbicara adalah tanda untuk mengingat panggilan memori (sebelah kiri untuk logika dan memori). Sementara jika melihat ke arah kiri menunjukan adanya akses pada otak kanan atau pusat kreativitas yang mana seseorang tengah mencoba mengarang cerita. Meski begitu, Hu mengatakan ini tidak efektif.

"Apa yang orang katakan lebih penting daripada apa yang mereka lakukan saat mereka mengatakannya," ujar Hu.

Jadi jika seseorang menyilangkan lengan mereka, menggaruk hidung mereka, atau tidak menatap matamu, itu tidak otomatis berarti mereka berbohong.

Sikap yang aneh

Foto: Thinkstock
Ekspresi wajah berperan dalam sejumlah kebohongan, salah satunya dalam hal-hal yang menyangkut emosional. Orang yang berbohong bisa saja menunjukan ekspresi yang terkesan dipaksakan seperti senyum maksa atau menunjukan wajah konyol.

Sikap aneh lainnya, ketika seseorang tiba-tiba merasa tidak nyaman atau marah, itu biasanya merupakan tanda kegugupan. Akan tetapi, itu bisa terjadi ketika seseorang berbohong atau mengatakan yang sebenarnya.
Halaman 2 dari 5
Bila seseorang merespon lama untuk pertanyaan yang simpel, kamu bisa menaruh curiga pada hal tersebut. Seberapa lama? Itu relatif. Dalam riset yang dilakukan Hu, ia membandingkan waktu respons antara dua jenis pertanyaan dengan kerumitan serupa, yang pertama adalah pertanyaan yang pasti akan dijawab dengan jujur dan satunya yang mungkin akan ditanggapi dengan berbohong.

Jika jawaban untuk jenis pertanyaan kedua membutuhkan waktu lebih lama daripada yang pertama, maka jawabannya bisa jadi bohong. Simpelnya, sama halnya ketika kamu meminta seseorang untuk memberi tahumu warna favorit mereka dan tahun ketika mereka lahir, waktu respons mereka seharusnya hampir sama.

Radar kecurigaan seharusnya naik ketika kamu tidak bisa mengikuti cerita seseorang atau kalau kamu merasa punya lebih sedikit detail visual dan pendengaran daripada hal lain yang mereka katakan dan kamu ketahui kebenarannya.

Jika temanmu itu biasanya memberi tahu semua yang dia lihat, dengar, atau katakan, ketika berbohong ia tidak menceritakan hal menjadi lebih mendetail atau hal umum saja.

Sudah cukup diketahui banyak orang, melihat ke arah kanan ketika berbicara adalah tanda untuk mengingat panggilan memori (sebelah kiri untuk logika dan memori). Sementara jika melihat ke arah kiri menunjukan adanya akses pada otak kanan atau pusat kreativitas yang mana seseorang tengah mencoba mengarang cerita. Meski begitu, Hu mengatakan ini tidak efektif.

"Apa yang orang katakan lebih penting daripada apa yang mereka lakukan saat mereka mengatakannya," ujar Hu.

Jadi jika seseorang menyilangkan lengan mereka, menggaruk hidung mereka, atau tidak menatap matamu, itu tidak otomatis berarti mereka berbohong.

Ekspresi wajah berperan dalam sejumlah kebohongan, salah satunya dalam hal-hal yang menyangkut emosional. Orang yang berbohong bisa saja menunjukan ekspresi yang terkesan dipaksakan seperti senyum maksa atau menunjukan wajah konyol.

Sikap aneh lainnya, ketika seseorang tiba-tiba merasa tidak nyaman atau marah, itu biasanya merupakan tanda kegugupan. Akan tetapi, itu bisa terjadi ketika seseorang berbohong atau mengatakan yang sebenarnya.

(ask/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads