Sabtu, 06 Okt 2018 08:32 WIB

Duh! Mata Wanita Ini Berdarah Usai Jalani Chiropractic

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tulang belakang. Foto: Ilustrasi/Thinkstock Tulang belakang. Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Berniat sembuh dari masalah tulang belakang, seorang wanita berusia 59 tahun malah bernasib naas. Ia mengunjungi terapi chiropractic untuk masalah lehernya agar sakit kepalanya tertangani, namun justru menimbulkan kerusakan pembuluh darah di matanya.

Dikutip dari Live Science, wanita tersebut mengaku usai terapi muncul tiga bintik di matanya yang ia sebut sebagai 'kecebong' dan makin lama makin terlihat. Titik-titik ini rupanya merupakan gejala dari preretinal hemorrhages, atau pendarahan di mata.

Kemungkinan besar kondisi ini disebabkan oleh teknik chirpopractic yang disebut high-velocity, low-amplitude spinal manipulation, sebuah metode yang melibatkan penggunaan dorongan yang singkat dan cepat ke bagian belakang leher pasien.


Sebelumnya, tindakan chiropractic di area leher dikatikan dengan cedera arteri-karotid, di mana pembuluh darah tersebut menyuplai darah ke mata dan otak. Namun kasus yang terjadi pada wanita ini baru pertama kali dilaporkan, di mana mengenai bagian seperti jeli yang mengisi mata disebut dengan vitreous humor.

"Manipulasi dengan keecepatan kencang pada lehernya mungkin telah melepaskan bagian bulat jeli tersebut dari bagian belakang matanya dan menyebabkan pendarahan, membentuk bayang 'kecebong' di penglihatannya," ungkap penulis laporan kasus tersebut, Dr Yannis Pulus dari Departemen Oftalmologi dan Ilmu Visual di University of Michigan.

Ia berspekulasi kemungkinan adanya trauma dari prosedur manipulasi leher tersebut pada jeli vitreous, sehingga membuatnya lepas dari retina. Prosedur tersebut juga dapat menghancurkan dan melepaskan penumpukan plak-plak di arteri akibat sisa-sisa kolesterol yang juga berkontribusi pada kerusakan mata.

"Pecahan-pecahan plak ini terselip lepas, aliran darah dapat membawa mereka ke mata, di mana mereka dapat menyebabkan air mata mikroskopis," kata Dr Raj Maturi, juru bicara klinis dari American Academy of Ophthalmology, yang tidak terkait dengan kasus tersebut.

Kini, dua bulan setelah kemunculan titik-titik 'kecebong' tersebut muncul, penglihatan wanita tersebut kembali normal tanpa penanganan lebih lanjut.

(frp/up)
News Feed