Senin, 08 Okt 2018 12:21 WIB

Ramai Kisah Driver Cabul, Kenali Bentuk-Bentuk Pelecehan Seksual

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Bentuk pelecehan seksual ada banyak macamnya. Foto: Thinkstock Bentuk pelecehan seksual ada banyak macamnya. Foto: Thinkstock
Jakarta - Pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum driver taksi online belakangan ini bikin netizen geram. Cuitan mengenai cerita sexual harrassment yang dilakukan pun sangat bikin geleng kepala semisal pemaksaan cium, atau pelecehan lainnya yang berujung pada ancaman si driver untuk tidak melaporkan.

Bicara mengenai kekerasan seksual, ini bisa terjadi dalam beragam bentuk. Kepada detikHealth, Gisella Tani Pratiwi, MPsi, Psikolog Anak dan Remaja, yang memang menaruh perhatian pada kasus pelecehan seksual, menjelaskan bahwa pelecehan seksual menyangkut segala sikap, ucapan, perilaku, yang menyalahi seksualitas seseorang dan membahayakan diri orang yang diserang baik secara fisik maupun psikologis.

"Contohnya adalah kata-kata bernuansa seksual. Pelakunya bisa dari siapapun, dari orang asing maupun yang sudah dikenal. Kejadiannya bisa dalam ranah publik seperti kendaraan umum atau personal seperti hubungan keluarga atau pasangan," ungkapnya, Senin (8/10/2018).


Dampaknya tentu akan sangat berpengaruh pada kehidupan si korban. Pengalaman itu bisa sangat menekan dan mengganggu bagi korban yang diserang. Misalnya, korban menjadi merasa sangat cemas, terancam dan mengganggu fungsi hidup sehari-hari. Akan tetapi dampak yang terjadi dari satu korban ke korban lainnya bisa sangat beragam.

Sebelumnya, psikolog Bona Sardo juga pernah menjelaskan bentuk-bentuk mengenai pelecehan seksual pada seseorang. Menurutnya, pelecehan seksual adalah segala bentuk perilaku yang menjurus kearah seksual atau merendahkan orang lain. Bentuknya bisa berupa fisik maupun verbal.

Bona menuturkan pelecehan fisik contohnya mencolek, meraba, memegang bahkan sampai memijat area-area privasi yang tidak sepantasnya disentuh oleh sesama atau lawan jenis yang tidak diinginkan.

"Bahkan ada sebagian orang yang bahu saja tidak suka disentuh, padahal untuk beberapa orang bahu termasuk area yang bisa dikatakan 'aman', tetapi jika mencolek bahu dengan keadaan yang tidak diinginkan sudah dianggap sebagai pelecehan secara fisik," tutur Bona.






Tonton juga 'Langkah-langkah Mencegah Pelecehan Seksual Pada Anak':

[Gambas:Video 20detik]

(ask/up)