Selasa, 09 Okt 2018 17:00 WIB

Perenang Syuci Indriani, Menerjang Keterbatasan IQ 75

Rosmha Widiyani - detikHealth
Atlet renang Indonesia Asian Para Games 2018 Syuci Indriani. Foto: Agung Pambudhy Atlet renang Indonesia Asian Para Games 2018 Syuci Indriani. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Di tangan Syuci Indriani, label tuna grahita tak bisa banyak bicara. Intelligent Quotient (IQ) yang didewakan masyarakat awam patah dengan semangat dan kerja keras. Syuci sukses menyumbang medali emas cabang renang di nomer 100 meter putri klasifikasi (S14) gaya dada di Asian Para Games 2018.

Keberhasilan remaja 17 tahun ini menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan IQ yang terklasifikasi di bawah rata-rata, Syuci masih bisa menorehkan prestasi kelas dunia. Kecintaan pada olahraga dan kerja keras menjadi kunci sukses Syuci yang bisa berprestasi lebih tinggi lagi.

Dikutip dari Web MD, Intellectual Disability (ID) memang tak seharusnya membuat patah semangat. Penyandang ID masih bisa belajar keahlian baru namun perlu waktu lebih lama. Selain keterbatasan IQ, mereka dengan ID sulit mengaplikasikan keterampilan hidup sehari-hari. ID biasanya terdeteksi pada usia anak yang dibuktikan dengan telat berdiri, jalan, dan bicara.


Hingga saat ini belum diketahui penyebab spesifik terjadinya ID. Namun peneliti merujuk empat faktor yang berisiko melahirkan anak dengan ID. Faktor tersebut adalah keturunan, ada masalah selama kehamilan, masa anak-anak, dan mengalami kecelakaan. Perempuan dilarang mengonsumsi alkohol selama hamil untuk menekan risiko fetal alcohol syndrome, yang bisa menyebabkan anak menyandang ID.

Penyandang ID bukan berarti tak bisa hidup mandiri. Dengan pendidikan, pelatihan, dan bimbingan dari sekolah serta orangtua, mereka bisa menekan ketergantungan pada lingkungan sekitar. Orang terdekat penyandang ID tak perlu ragu terus terlibat dalam segala aktivitasnya. Hal ini merupakan bentuk motivasi dalam pembentukan minat dan bakat penyandang ID.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed