Selasa, 09 Okt 2018 18:53 WIB

Terinspirasi Khabib Nurmagomedov, Latih Fokus dengan MMA

Rosmha Widiyani - detikHealth
Juara UFC 229 Khabib Nurmagomedov dengan wig pirang. Foto: Getty Images
Jakarta - Olahraga paduan bela diri mixed martial arts (MMA) ternyata tak hanya melatih fisik menjadi lebih sehat. Layaknya Juara Ultimate Fighting Championship (UFC) 229 Khabib Nurmagomedov, MMA melatih diri untuk selalu fokus dan menemukan waktu menyerang yang tepat. Atlet MMA tidak asal meninju, menendang, memukul, atau mengunci lawan tanpa tujuan tertentu.

Dikutip dari Health Fitness Revolution, pelaku MMA berdamai dengan diri sendiri dan selalu melihat kelemahannya. Teknik pukulan dan tendangan mengajarkan atlet MMA tahu saatnya tenang, menantang, dan kembali fokus. Beberapa bentuk olahraga bela diri yang dipelajari dalam MMA adalah tinju, kick boxing, karate, jiujitsu, muaythai, taekwondo, gulat, dan judo.


Fokus dan ketenangan yang diajarkan dalam MMA bertabrakan dengan image saat kompetisi UFC. Persaingan fisik dalam UFC sebetulnya punya banyak aturan, untuk menjamin kesamaan perlakuan dan keselamatan atlet. Aturan main UFC disebut Unified Rules yang menentukan ukuran areal tanding, penggunaan pelindung tangan, pelanggaran, dan perhitungan nilai.

Kesalahan dan hukuman diterapkan dengan tegas, meski kompetisi tampak bermandi darah. Pelanggaran dalam kompetisi MMA meliputi tindakan menyeruduk lawan, manipulasi cedera persendian kecil, dan perilaku lain yang berisiko menyebabkan cedera pada lawan. Wasit akan mengurangi nilai peserta MMA jika terbukti melakukan pelanggaran.

Kompetisi MMA biasanya berlangsung 3-5 ronde dengan tiap babak berlangsung 5 menit. Tiap babak diawasi tiga juri yang berjaga di areal pertandingan yang disebut oktagon. Juri akan mengevaluasi teknik MMA meliputi serangan, kuncian, kontrol areal, dan pertahanan yang efektif. Pemenang adalah yang meraih skor 10 terlebih dulu dengan sikap sportif.

(Rosmha Widiyani/up)