Rabu, 10 Okt 2018 07:40 WIB

Jangan Malas! Yuk Deteksi Dini Kanker Tiroid dengan PERLAHAN

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Periksa leher jadi salah satu metode paling mudah untuk mendeteksi kelainan di kelenjar tiroid (Foto: Getty Images) Periksa leher jadi salah satu metode paling mudah untuk mendeteksi kelainan di kelenjar tiroid (Foto: Getty Images)
Jakarta - Data GLOBOCAN tahun 2018 mencatat setidaknya ada 7.882 kasus kanker tiroid baru yang terjadi di Indonesia. Kanker tiroid belum diketahui penyebabnya, namun angka pengidapnya terus naik dan semakin banyak dari tahun ke tahun.

Sebagian besar kampanye kepedulian kanker di pelbagai belahan dunia menyerukan pentingnya deteksi dini. Pada kanker tiroid, cara mendeteksi dininya cukup mudah, hanya dengan melakukan PERLAHAN.

"Kalau untuk kanker payudara kan ada SADARI atau periksa payudara sendiri. Kalau kita PERLAHAN, atau periksa leher Anda," tutur Bunga Ramadani, salah satu pendiri dari support group Pita Tosca bagi pejuang kesehatan tiroid di Indonesia, baru-baru ini.

Sebagai seorang pejuang kanker tiroid juga, Bunga menekankan pentingnya melakukan PERLAHAN. Deteksi dini ini dapat dilakukan sendiri sambil menghadap cermin, walau memang lebih baik jika dilakukan dengan bantuan tenaga medis, lanjutnya.



Caranya mudah: Lakukan perabaan di bagian leher bawah tempat kelenjar tiroid berada, yakni di bawah jakun leher. Jika terasa ada benjolan atau yang tidak biasa di area tersebut, maka harus segera diperiksakan ke dokter onkologi.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, dr Aru Sudoyo, SpPD-KHOM, mengatakan bahwa tidak semua benjolan pada tiroid akan menjadi ganas, yaitu hanya 10-15 persen saja. Dan tidak semua benjolan itu kanker.

"Kanker itu 90-95 persen dari lingkungan dan gaya hidup, sementara genetik hanya 5-10 persen saja. Jika dideteksi lebih dini, sekitar 90 persen kasus kanker tiroid dapat dicegah," ujarnya.

Perlu dicatat bahwa mendeteksi dini bukanlah diagnosis. Diagnosis tidak bisa dilakukan sendiri. Tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui diagnosis secara pasti.


Simak Juga 'Silent Killer itu Bernama Kanker Leher':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)