Rabu, 10 Okt 2018 13:07 WIB

Meninggal karena Hipotermia, Ini yang Terjadi Saat Suhu Tubuh Drop

Annissa Widya Davita - detikHealth
Hipotermia bisa sangat mematikan (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Seorang mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), Kukuh Muhammad Isa Mahendra (18), meninggal saat menjalani pra pendidikan dasar (pradiksar) Resimen Mahasiswa (Menwa). Ia dikabarkan mengalami hipotermia. Kondisi apakah itu?

Hipotermia merupakan kondisi turunnya suhu tubuh secara drastis. Normalnya, suhu tubuh berada di kisaran 36-37 derahat celcius. Ketika suhu tubuh turun terlalu rendah, seseorang akan merasa kedinginan dan sirkulasi oksigen terganggu.

"Pada saat suhu tubuh turun, oksigen dalam darah hanya menyuplai oksigen ke organ vital, seperti jantung dan otak, bagian tubuh lainnya tidak mendapatkan oksigen," ujar Sabar, SKep, Ners, dari Basic Life Support Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), kepada detikHealth, Rabu (10/10/2018).



Dalam kondisi ekstrem, hipotermia menyebabkan ujung jari berwarna hitam. Ini terjadi karena bagian tubuh tersebut tidak mendapat suplai oksigen.

"Nama lainnya frosbite," jelas Sabar.

Hipotermia, menurut Sabar, bisa menyebabkan kematian. Saat suhu tubuh sangat rendah, oksigen yang dibutuhkan menjadi lebih banyak. Apabila tidak sanggup mencapai organ vital, maka terjadi kegagalan fungsi yang berdampak fatal.

"Hipotermia bisa mematika, awalnya korban pucat dulu, jika jantung tidak mendapatkan oksigen dengan cukup maka otot jantung akan berhenti dan bisa menyebabkan kematian," kata Sabar.





Tonton juga 'Hati-hati! Dampak Bahaya Tidur Terus Saat Libur Kerja':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)