Rabu, 10 Okt 2018 17:29 WIB

Gigi Bolong Picu Kebutaan, Benarkah? Ahlinya Menjawab Langsung di Sini

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Cek pertanyaanmu apakah sudah terjawab apa belum. Foto: ilustrasi/thinkstock Cek pertanyaanmu apakah sudah terjawab apa belum. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kamu sudah menuliskan pertanyaan mengenai kesehatan mulut? Beberapa pertanyaan terpilih akan dijawab oleh dokter gigi spesialis penyakit mulut di sini. Salah satunya mungkin menjawab rasa penasaran kamu!

Berikut ini beberapa pertanyaan yang dijawab oleh Dr drg Febrina Rahmayanti, SpPM(K), Ketua Departemen Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.


Tanya (T): Apakah benar jika gigi bolong dan dicabut paksa, akan menyebabkan kebutaan pada mata? Karena saraf yang ada di dalam gusi gigi jadi mati? (Layla Walad)

Jawab (J): Pada dasarnya tidak, sebab menurut dr Febrina, antara saraf mata dan gigi ada perbedaan. Jalurnya pun berbeda. Lagipula, untuk memutuskan gigi bisa dicabut atau tidak tentunya dokter gigi sudah mempertimbangkannya dengan matang.

"Cabut paksa gigi, kalau masih tertanam dan posisinya normal itu agak susah ya," ujarnya.

(T) Saya punya gigi berlubang. Dalam lubang itu sudah ada daging yang tumbuh. Apakah benar tidak bisa dicabut? Apa langkah yang harus dilakukan? (@odi___)

(J) Daging yang tumbuh pada gigi berlubang itu bisa dikarenakan polip. Nah, polip ini bisa terjadi pada anak-anak atau orang dewasa.

"Untuk gigi ini dilihat dulu, lakukan pemeriksaan klinik, di rongent gigi, lihat apakah jaringan giginya masih bagus apa nggak. Kalau bagus polipnya bisa dibuang dan giginya masih bisa dirawat."

(T) Apakah gigi yang sudah dicabut harus diganti dengan gigi palsu, terutama gigi geraham? (@AdheTora)

(J) Setiap gigi punya peranan. Misalnya gigi geraham yang penting perannya untuk menguyah makanan. Saat mengunyah, gigi berkontak atas dan bawah dan bebannya dibagi ke seluruh gigi. Bila ada yang hilang, gigi depan atau belakang yang tidak kebagian tetangga (gigi di bawah atau atasnya) bebannya akan besar.

"Yang bebannya besar, ke jaringan periodontalnya mendapat beban yang besar. Gigi tetangganya bisa terjadi bentuknya miring (malposisi) akhirnya kontaknya berantakan, apalagi yang giginya sudah tumpang tindih," ungkapnya.

Karena itu, sebaiknya gigi yang dicabut diganti dengan gigi palsu.


Apakah jawabanmu sudah terjawab oleh drg Febrina? Kalau belum, tunggu saja artikel selanjutnya di detikHealth. Salah satu di antaranya mungkin adalah jawaban untuk pertanyaan kamu. (ask/up)