Rabu, 10 Okt 2018 19:32 WIB

Terjerumus Perilaku Tukar Pasangan, Gara-gara Depresi?

Roshma WIdiyani - detikHealth
Swinger atau bertukar pasangan, ada kaitnya karena depresi? Foto: Hilda Meilisa Rinanda Swinger atau bertukar pasangan, ada kaitnya karena depresi? Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Jakarta - Pesta seks swinger atau saling bertukar pasangan menggemparkan Jawa Timur. Saat digerebek aparat Polda Jatim, penggagasnya mengaku depresi sehingga terjerumus dalam perilaku menyimpang tersebut.

Terkait pengakuan tersebut, polisi memeriksakan kondisi kejiwaan pelaku ke psikiater. Pelaku juga diamankan bersama istrinya yang sedang hamil 8 bulan, serta empat pasangan lain.

Dikutip dari Psychology Today, psikolog klinis Seth Meyers mengatakan perilaku swinger tak asing dalam praktiknya setiap hari. Meyers tentunya tidak dalam posisi menghakimi perilaku yang dipilih kliennya. Termasuk bila perilaku yang dianggap sebagai gaya seks alternatif tersebut terjadi dengan atau tanpa kesepakatan suami dan istri.

"Mereka yang memilih tukar pasangan umumnya merasa bosan dengan kehidupan rumah tangganya. Pasangan tersebut merasa perlu ada selingan untuk menghidupkan kembali kehidupan seksualnya. Terlepas dari pilihannya, ada hal yang harus diperhatikan jika memilih bertukar pasangan," kata Meyers yang mendalami relationship issue.


Komunikasi menjadi poin pertama yang harus diperhatikan pasangan yang hendak melakukan swinger. Kebosanan, depresi, gangguan mental, dan psikologi salah satu pihak harus diketahui. Keduanya juga harus yakin tidak bisa menemukan jalan keluarnya, hingga menutuskan hendak berganti pasangan. Meyers mengingatkan, swinger bukan perselingkuhan yang terjadi tanpa sepengetahuan pasangannya.

Hal lain yang diperhatikan adalah keamanan saat berhubungan seks. Meyers mengatakan, partner saat swinger adalah orang asing yang tak diketahui latar belakang kesehatan dan kehidupan seksualnya. Hubungan seksual tanpa pelindung menjadi gerbang masuk penyakit menular seksual, termasuk HIV (Human Imunodeficiency Virus). Meyers mengingatkan untuk selalu menggunakan pelindung untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.





Tonton juga 'Apa Ciri-ciri Pertemanan Sehat?':

[Gambas:Video 20detik]

(Roshma WIdiyani/up)
News Feed