Terkait pengakuan tersebut, polisi memeriksakan kondisi kejiwaan pelaku ke psikiater. Pelaku juga diamankan bersama istrinya yang sedang hamil 8 bulan, serta empat pasangan lain.
Dikutip dari Psychology Today, psikolog klinis Seth Meyers mengatakan perilaku swinger tak asing dalam praktiknya setiap hari. Meyers tentunya tidak dalam posisi menghakimi perilaku yang dipilih kliennya. Termasuk bila perilaku yang dianggap sebagai gaya seks alternatif tersebut terjadi dengan atau tanpa kesepakatan suami dan istri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunikasi menjadi poin pertama yang harus diperhatikan pasangan yang hendak melakukan swinger. Kebosanan, depresi, gangguan mental, dan psikologi salah satu pihak harus diketahui. Keduanya juga harus yakin tidak bisa menemukan jalan keluarnya, hingga menutuskan hendak berganti pasangan. Meyers mengingatkan, swinger bukan perselingkuhan yang terjadi tanpa sepengetahuan pasangannya.
Hal lain yang diperhatikan adalah keamanan saat berhubungan seks. Meyers mengatakan, partner saat swinger adalah orang asing yang tak diketahui latar belakang kesehatan dan kehidupan seksualnya. Hubungan seksual tanpa pelindung menjadi gerbang masuk penyakit menular seksual, termasuk HIV (Human Imunodeficiency Virus). Meyers mengingatkan untuk selalu menggunakan pelindung untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
Tonton juga 'Apa Ciri-ciri Pertemanan Sehat?':
(Roshma WIdiyani/up)










































