Rabu, 10 Okt 2018 20:07 WIB

Kanker Paru pada Perempuan dan Laki-Laki, Apa Sih Bedanya?

Roshma WIdiyani - detikHealth
Ada perbedaan antara kanker paru perempuan dan laki-laki. Foto: ilustrasi/thinkstock Ada perbedaan antara kanker paru perempuan dan laki-laki. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Nita, istri Indro Warkop, meninggal setelah bergelut dengan kanker paru. Merokok masih jadi penyebab utama terjadinya kanker paru di seluruh dunia. Namun sebanyak 15-20 persen kasus kanker paru bukan terjadi pada perokok, yang sebagian besar adalah perempuan. Mereka menjadi perokok pasif atau second hand smoker yang juga berisiko terkena kanker paru.

Dokter ahli paru dari RS Persahabatan Jamal Zaini mengatakan, ada dua faktor risiko kanker paru pada mereka yang tidak merokok. Faktor tersebut meliputi genetik atau bawaan dan lingkungan, antara lain perokok pasif, pajanan unsur kimia, dan polusi udara.

"Sel kanker paru pada bukan perokok yang lebih banyak perempuan memiliki karakter biologis yang khas. Hal ini berdampak pada pilihan pengobatan pada pasien supaya lebih efektif dan efisien," kata Jamal, Rabu (10/10/2018).


Kekhasan ini adalah banyaknya ditemukan mutasi gen Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) pada sel kanker bukan perokok. Adanya mutasi ini menyebabkan kanker tak bisa lagi hanya ditangani dengan kemoterapi atau operasi. Pasien kanker harus mengonsumsi obat spesifik yaitu Tyrosine Kinase inhibitor (TIK) dalam bentuk tablet minum.

EGFR terletak di permukaan yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel. Paparan bahan pencetus kanker (karsinogen) menyebabkan EGFR tumbuh tanpa kontrol hingga menjadi sel kanker. Obat TIK berfungsi menekan laju pertumbuhan EGFR untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.




Tonton juga 'Bahaya Kanker Serviks yang Renggut Nyawa Jupe!':

[Gambas:Video 20detik]

(Roshma WIdiyani/up)
News Feed