Jumat, 12 Okt 2018 14:35 WIB

Anak Tikus Lahir dari Dua Betina, Tanda-Tanda Pria Tak Dibutuhkan Lagi?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilmuwan berhasil menciptakan anak tikus dari dua ekor tikus betina (Foto: Thinkstock) Ilmuwan berhasil menciptakan anak tikus dari dua ekor tikus betina (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ilmuwan berhasil menciptakan anak tikus yang sehat dari dua induk betina, mereka menyebutnya 'bimaternal'. Kabar buruknya, mereka gagal melakukan melakukan hal yang sama dengan dua pejantan.

Normalnya, mamalia atau hewan menyusui, termasuk tikus dan manusia, melakukan reproduksi atau beranak pinak secara seksual. Artinya dibutuhkan sel telur dari betina dan sperma dari pejantan, untuk terjadi pembuahan.

Hal yang sama tidak selalu terjadi pada makhluk tertentu. Beberapa jenis ikan betina, reptil atau hewan melatan, serta burung dan amfibi, bisa melakukannya tanpa membutuhkan penjantan. Ilmuwan menyebutnya partenogenesis.

Nah, para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences mendobrak hukum alam tersebut. Dalam sebuah eksperimen, mereka menciptakan 'pembuahan' dari sel telur seekor tikus betina, dengan sel haploid embrionik dari betina yang lain.



Eksperimen dengan menggunakan dua tikus betina berhasil melahirkan anak tikus yang sehat. Namun untuk melakukannya pada dua pejantan, langkah yang dibutuhkan ternyata jauh lebih rumit dan pada akhirnya sel telur betina tetap dibutuhkan.

Apakah berarti pasangan sesama jenis akan bisa punya keturuan sendiri? Kecuali pasangan sejenis yang dimaksud adalah sesama tikus betina, kemungkinan tersebut sulit terwujud dalam waktu dekat.

"(Ada) pertimbangan etik dan keamanan yang perlu diatasi," kata Dr Teresa Holm dari University of Auckland, dikutip dari BBC, Jumat (12/10/2018).

Diyakini, sampai ilmuwan benar-benar meyakini proses ini bisa menghasilkan anak yang tumbuh sehat secara fisik maupun mental, maka hubungan seksual tetap akan dibutuhkan untuk reproduksi. Pada manusia, laki-laki masih tetap akan dibutuhkan untuk reproduksi.

(up/up)
News Feed