Normalnya, mamalia atau hewan menyusui, termasuk tikus dan manusia, melakukan reproduksi atau beranak pinak secara seksual. Artinya dibutuhkan sel telur dari betina dan sperma dari pejantan, untuk terjadi pembuahan.
Hal yang sama tidak selalu terjadi pada makhluk tertentu. Beberapa jenis ikan betina, reptil atau hewan melatan, serta burung dan amfibi, bisa melakukannya tanpa membutuhkan penjantan. Ilmuwan menyebutnya partenogenesis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksperimen dengan menggunakan dua tikus betina berhasil melahirkan anak tikus yang sehat. Namun untuk melakukannya pada dua pejantan, langkah yang dibutuhkan ternyata jauh lebih rumit dan pada akhirnya sel telur betina tetap dibutuhkan.
Apakah berarti pasangan sesama jenis akan bisa punya keturuan sendiri? Kecuali pasangan sejenis yang dimaksud adalah sesama tikus betina, kemungkinan tersebut sulit terwujud dalam waktu dekat.
"(Ada) pertimbangan etik dan keamanan yang perlu diatasi," kata Dr Teresa Holm dari University of Auckland, dikutip dari BBC, Jumat (12/10/2018).
Diyakini, sampai ilmuwan benar-benar meyakini proses ini bisa menghasilkan anak yang tumbuh sehat secara fisik maupun mental, maka hubungan seksual tetap akan dibutuhkan untuk reproduksi. Pada manusia, laki-laki masih tetap akan dibutuhkan untuk reproduksi.











































