Awkarin Pensiun dari Instagram, Ini Manfaat Berhenti Main Medsos

Awkarin Pensiun dari Instagram, Ini Manfaat Berhenti Main Medsos

Widiya Wiyanti - detikHealth
Sabtu, 13 Okt 2018 16:50 WIB
Awkarin Pensiun dari Instagram, Ini Manfaat Berhenti Main Medsos
Awkarin pensiun dari Instagram. Foto: Desi Puspasari
Jakarta - Kabar mengejutkan dari Karin Novilda atau Awkarin yang telah mengumumkan pamit dari dunia Instagram. Ia mengaku ingin menjalani kehidupan normal sebagaimana mestinya.

Ternyata, berhenti menggunakan media sosial (medsos) seperti Instagram ada manfaatnya lho bagi kesehatan, baik fisik maupun psikologis.

Berikut manfaat yang bisa dirasakan orang-orang yang memutuskan berhenti bermain media sosial, seperti dikutip dari Self.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membantu membuat tidur lebih nyenyak

Foto: thinkstock
Survei yang dilakukan oleh Bank of America terhadap seribu orang Amerika Serikat menemukan bahwa 71 persennya tidur dengan smartphone di samping mereka. Ini bisa mengganggu kualitas tidur.

Dengan berhenti menggunakan medsos, seseorang akan lebih sedikit waktu dengan ponselnya, dan ini akan memengaruhi kebiasaan tidurnya juga. Maka bisa dikatakan berhenti bermain medsos bisa membantu meningkatkan kualitas tidur sehingga menjadi lebih nyenyak.

Lebih interaksi dengan orang lain

Foto: thinkstock
Apa kamu merasa ponsel beserta medsos membuatmu nyuekin orang di sebelahmu? Nah, itu yang namanya mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Senada dengan yang dikatakan psikolog dari University of North Carolina, Jacqueline Nesi.

"Media sosial dapat menjadi alat yang hebat untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Tetapi menggunakan media sosial secara berlebihan dapat mengorbankan interaksi orang dengan teman atau keluarganya, dan dapat berdampak negatif pada hubungan dan kesejahteraan," ujarnya.

Jadi, ketika kamu memutuskan untuk berhenti menggunakan medsos, interaksimu dengan teman dan keluarga di sekitarmu akan lebih banyak.

Bisa mengurangi kecemasan lho

Foto: thinkstock
Menurut sebuah penelitian, penggunaan medsos dan teknologi secara berlebihan dikaitkan dengan banyak hal buruk, seperti kecemasan tinggi, kualitas hidup rendah, dan depresi.

Profesor psikolog dari Kent State University, Jacob Barkley, Ph.D mengatakan bahwa rehat sejenak dari medsos dan teknologi dapat membantu beberapa orang untuk mengurangi kecemasannya. Karena menanggapi pesan, e-mail, Facebook, Instagram, dan berbagai macam medsos yang lain bisa membuat stres.

Nggak FoMo

Foto: thinkstock
Fear of missing out atau disingkat FoMo atau takut dibilang nggak update, nggak gaul, atau takut ketinggalan info dirasakan hampir semua orang yang menggunakan medsos. Ketakutan berlebih ini terkadang dapat membuat dampak yang buruk bagi kesehatan mental seseorang.

Dengan berhenti atau rehat sejenak dari dunia medsos, seseorang yang kerap merasakan FoMo akan terlindungi kesehatan mentalnya. Ini juga bisa mengurangi rasa cemas berlebih.

Lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang disukai

Foto: thinkstock
Jika kita berhenti mendedikasikan waktu untuk medsos, maka kita bisa punya banyak waktu luang untuk melakukan hal yang disuka, seperti hiking, berenang, bermain dengan teman dan keluarga.

Duniamu terbebas dari medsos, maka kamu bisa melakukan hal apapun yang kamu sukai.

Halaman 2 dari 6
Survei yang dilakukan oleh Bank of America terhadap seribu orang Amerika Serikat menemukan bahwa 71 persennya tidur dengan smartphone di samping mereka. Ini bisa mengganggu kualitas tidur.

Dengan berhenti menggunakan medsos, seseorang akan lebih sedikit waktu dengan ponselnya, dan ini akan memengaruhi kebiasaan tidurnya juga. Maka bisa dikatakan berhenti bermain medsos bisa membantu meningkatkan kualitas tidur sehingga menjadi lebih nyenyak.

Apa kamu merasa ponsel beserta medsos membuatmu nyuekin orang di sebelahmu? Nah, itu yang namanya mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Senada dengan yang dikatakan psikolog dari University of North Carolina, Jacqueline Nesi.

"Media sosial dapat menjadi alat yang hebat untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Tetapi menggunakan media sosial secara berlebihan dapat mengorbankan interaksi orang dengan teman atau keluarganya, dan dapat berdampak negatif pada hubungan dan kesejahteraan," ujarnya.

Jadi, ketika kamu memutuskan untuk berhenti menggunakan medsos, interaksimu dengan teman dan keluarga di sekitarmu akan lebih banyak.

Menurut sebuah penelitian, penggunaan medsos dan teknologi secara berlebihan dikaitkan dengan banyak hal buruk, seperti kecemasan tinggi, kualitas hidup rendah, dan depresi.

Profesor psikolog dari Kent State University, Jacob Barkley, Ph.D mengatakan bahwa rehat sejenak dari medsos dan teknologi dapat membantu beberapa orang untuk mengurangi kecemasannya. Karena menanggapi pesan, e-mail, Facebook, Instagram, dan berbagai macam medsos yang lain bisa membuat stres.

Fear of missing out atau disingkat FoMo atau takut dibilang nggak update, nggak gaul, atau takut ketinggalan info dirasakan hampir semua orang yang menggunakan medsos. Ketakutan berlebih ini terkadang dapat membuat dampak yang buruk bagi kesehatan mental seseorang.

Dengan berhenti atau rehat sejenak dari dunia medsos, seseorang yang kerap merasakan FoMo akan terlindungi kesehatan mentalnya. Ini juga bisa mengurangi rasa cemas berlebih.

Jika kita berhenti mendedikasikan waktu untuk medsos, maka kita bisa punya banyak waktu luang untuk melakukan hal yang disuka, seperti hiking, berenang, bermain dengan teman dan keluarga.

Duniamu terbebas dari medsos, maka kamu bisa melakukan hal apapun yang kamu sukai.

(wdw/up)

Berita Terkait