Dikutip dari Reader's Digest, petugas medis darurat di Kaiser Permanente, California Cindy Parker menjelaskan seputar penanganan luka sengatan ubur-ubur. Urine yang kerap dianggap bisa mengatasi efek sengatan ternyata hanya mitos. Racun dari nematosit berisiko menyerang areal kulit yang lebih luas bila disiram urine atau air tawar. Nematosit adalah bagian kulit dari tantakel ubur-ubur yang mengandung racun.
"Penanganan yang tepat adalah dengan cuka atau alkohol 40-70 persen yang dibasuhkan ke luka. Bagian tantakel yang tertempel di tubuh korban bisa dicabut sambil terus disiram cuka atau alkohol. Saat mengambil nematosit jangan lupa menggunakan sarung tangan dan perlengkapan lain untuk mencegah risiko infeksi. Bila bagian tantakelnya sudah tercabut, pasta baking soda bisa diberikan untuk mengatasi sakit pada korban," kata Parker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Petugas Berburu Ubur-ubur di Pantai Ancol |
Urine, terutama yang cair seperti air tawar, tak bisa menetralkan racun yang tersebar di sepanjang tantakel ubur-ubur. Hal ini berbeda dengan cuka atau alkohol yang bisa menurunkan konsentrasi racun pada tantakel, sehingga efek sengatan bisa segera tertangani.
Sebelum mengatasi efek racun, korban sengatan sebaiknya dipindahkan terlebih dulu dari pesisir pantai atau laut. Hal ini untuk menyediakan tempat yang lebih kondusif untuk penanganan luka sengatan. Korban sebaiknya tidak menggaruk bekas luka sengatan yang nematositnya sudah atau belum dihilangkan. Tindakan ini berisiko menyebarkan luka ke permukaan kulit yang lebih luas.











































