Jumat, 19 Okt 2018 12:37 WIB

Selamat Setelah 2 Minggu Terkubur Hidup-Hidup, Mungkinkah?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Proses evakuasi korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah. Foto: Pradita Utama Proses evakuasi korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Sebuah video viral menyatakan ibu dan bayi selamat usai terkubur hidup-hidup selama dua minggu dalam gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah. Video tersebut beredar di media sosial dan jadi perbincangan hangat.

Kabar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memastikan ibu dan bayi dalam video tersebut merupakan korban gempa di di Desa Langaleso yang terseret lumpur di Jono Oge. Video diambil pada malam setelah gempa mengguncang Palu, bukan 2 minggu setelahnya seperti disebut dalam video yang viral.

Terlepas dari kebenaran video tersebut, situs Popular Science menyatakan manusia tak bisa bertahan hidup terlalu lama dalam kondisi tersebut.

Seorang yang normal dan sehat umumnya hanya sanggup bertahan 10 menit hingga satu jam sebelum berada di tahap premature grave. Atlet lari maraton atau renang mungkin bisa bertahan beberapa menit lebih lama dengan menahan napas. Orang yang berukuran kecil dengan kebutuhan oksigen minim berpeluang tahan lebih lama.

"Tidak ada yang bisa dilakukan seseorang yang terkubur hidup-hidup. Dia akan terus berada dalam posisinya hingga oksigen habis atau evakuasi segera dilakukan," kata profesor emeritus dalam bidang pulmonary and critical care department di University of Chichago Alan R Leff.


Meski tidak karena kehabisan napas, seseorang yang terkubur hidup-hidup bisa tewas karena tekanan kuat di dada dan organ lainnya. Tekanan berasal dari tanah atau benda lain yang menutupinya. Menurut Leff kematian akibat terkubur hidup-hidup tidak terlihat menakutkan dibanding proses menuju akhir kehidupan.

Timbunan karbondioksida hasil proses pernapasan makin banyak seiring lamanya seseorang terkubur hidup-hidup. Hal ini mengakibatkan kesadaran mulai menghilang yang kadang diiringi rasa sesak dan ngantuk. Kondisi ini mengakibatkan korban merasa panik dan ingin segera keluar dari kondisinya. Namun tidak ada yang bisa dilakukan korban kecuali menunggu pertolongan, atau meninggal dalam kondisi tidak sadar.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed