Jumat, 19 Okt 2018 15:56 WIB

Mau Ke Singapura Sekeluarga? Siap-siap Bawa Bukti Imunisasi Anak

Firdaus Anwar - detikHealth
Singapura dikenal sebagai negara yang ketat aturan. (Foto: Rafika Aulia/dTraveler) Singapura dikenal sebagai negara yang ketat aturan. (Foto: Rafika Aulia/d'Traveler)
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura berencana menerapkan peraturan baru yang mengharuskan warga negara asing (WNA) untuk sudah memvaksinasi anaknya bila ingin memiliki izin imigrasi jangka panjang. Menurut pihak kementerian aturan tersebut dibuat karena semakin banyak anak-anak WNA yang tidak divaksin.

Dalam pernyataan resmi Kemenkes Singapura menyebut bahwa semua anak WNA di bawah usia 12 tahun wajib menunjukkan dokumen bukti sudah menjalani imunisasi, terutama untuk difteri dan campak. Dokumen-dokumen tersebut nantinya harus diverifikasi dulu oleh Dewan Promosi Kesehatan (HPB) sebelum mengajukan izin.



"Untuk memastikan bahwa angka cakupan imunisasi anak-anak di Singapura tetap terjaga, Kemenkes mengharuskan bukti vaksinasi difteri dan campak sebagai syarat anak WNA mengajukan izin imigrasi jangka panjang," tulis Kemenkes Singapura dalam pernyataannya, dikutip Jumat (19/10/2018).

Peraturan tersebut akan mulai berlaku tanggal 1 Februari tahun depan. Bagi anak-anak yang belum divaksin namun sudah mendaftar untuk izin imigrasi sebelum peraturan berlaku, maka orang tua atau walinya wajib menemani anak-anak untuk mendapatkan vaksinasi setelah di Singapura.

Kalau ada yang keberatan dengan peraturan tersebut karena alasan medis, mereka harus mengajukan keterangan dokter ke HPB.

"Kami akan terus berusaha memperkuat edukasi dan upaya vaksinasi," tulis Kemenkes Singapura.

(fds/up)