Jumat, 19 Okt 2018 18:13 WIB

Mengenal Kanker Ovarium, Penyakit yang Sempat Menggerogoti Shahnaz Haque

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Shahnaz Haque. Foto: Gus Mun
Jakarta - Berbeda dengan kanker rahim, kanker ovarium adalah kanker yang menyerang bagian ovarium atau indung telur dan perkembangannya sangat cepat. Kanker ovarium menempati urutan ketujuh di antara jenis kanker yang sering menyerang wanita.

Penyakit ini menduduki posisi ketujuh di antara jenis-jenis kanker yang paling umum menyerang wanita. Menurut American Cancer Society, risiko wanita untuk terkena kanker ovarium yakni 1 dari 75 orang.

Kanker ini dapat muncul pada segala kelompok usia. Apabila kanker ovarium terdeteksi sejak dini, maka tingkat kesembuhan penderita bisa meningkat. Dikutip dari Healthline, wanita yang terdiagnosa di stadium dini memiliki tingkat harapan hidup sebesar 95 persen.

"Kalau ketahuannya dini penanganannya akan lebih mudah, kemudian semakin muda usia badannya semakin kuat. Saya cepat untuk tahu apa yang mesti dilakukan. Proses penyembuhannya setahun langsung diangkat," tutur Shahnaz Haque, survivor kanker ovarium, saat dijumpai di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (18/10/2018).


Sampai saat ini, penyebab utama dari kanker ovarium belum diketahui secara pasti, sebab tiap wanita memiliki faktor risiko yang berbeda. Namun, sejarah keluarga yang sebelumnya memiliki riwayat kanker juga bisa menjadi salah satu alasannya.

"Ibu saya meninggal karena kanker ovarium, nenek saya pun meninggal karena kanker. Jadi memang keluarga kami itu dekat sekali dengan cerita kanker," tambahnya.

Hanya 15 persen kasus kanker ovarium yang terdeteksi di stadium awal. Oleh karenanya, sangat penting untuk selalu memperhatikan jika ada perubahan yang dirasakan oleh tubuh juga jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.

(up/up)