Rabu, 24 Okt 2018 08:30 WIB

Bete Biasa atau Mental Illness Seperti Awkarin? Begini Membedakannya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Gangguan mental terjadi jika terdapat indikator emosi yang tidak mampu dikendalikan. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Gangguan mental terjadi jika terdapat indikator emosi yang tidak mampu dikendalikan. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Karin Novilda atau Awkarin mengatakan dirinya pernah mengalami depresi yang membuatnya mengidap mental illness. Ia menyinggung bahwa rasa bad mood atau bete bisa saja bukan bete biasa, tetapi menandakan adanya gangguan mental.

Lantas, bagaimana cara membedakannya? Menurut psikolog dari Personal Growth, Veronica Adesla, adanya gangguan mental jika terdapat indikator emosi yang tidak mampu dikendalikan ataupun dikelola dengan baik sehingga mengganggu kesejahteraan pribadinya.

"Ditandai dengan munculnya pikiran-pikiran yang mengganggu secara terus menerus, bersikap. Bertindak tanpa pertimbangan matang. Gagal mengambil keputusan yang matang dan bertanggung jawab," ujarnya kepada detikHealth, Selasa (23/10/2018).



Dengan tanda-tanda seperti itu akan berdampak pada aktivitas sehari-hari seseorang tersebut, misal menjadi tidak optimal, cenderung banyak konflik dan masalah. Bisa juga pada saat bekerja menjadi kurang bertanggungjawab. Atau dalam berelasi bisa mengalami hambatan dalam menjalin dan membina relasi tersebut.

Sementara bete biasa tidak menunjukkan adanya tanda-tanda seperti itu.

Ditambahkan oleh psikiater klinik Psikosomatik dari Omni Hospital Alam Sutera, Tangerang Selatan, dr Andri, SpKJ, FAPM, bahwa gangguan mental seperti depresi biasanya ditandai dengan tiga gejala utama, yaitu mood yang sedih, putus asa, dan kehilangan minat melakukan sesuatu.

"Itu bertahan selama dua minggu minimal. Kurang dari dua minggu, itu bukan dianggap depresi," tegasnya.





Tonton juga 'Berkaca dari Kasus Awkarin, Begini Pola Asuh Anak yang Ideal':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed