Jumat, 02 Nov 2018 13:32 WIB

Remaja Perokok Meningkat, Solusinya Rokok Harus Mahal

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Perilaku merokok di kalangan remaja makin memprihatinkan (Ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta - Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mengenai prevalensi perilaku merokok remaja usia 10-18 tahun mengalami peningkatan dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Dr Siswanto, kebiasaan merokok remaja bisa jadi karena harga rokok yang relatif terjangkau.

"Jadi gini, kalau kita ditanya penyebabnya pasti banyak. Kalau remaja kan perilakunya berkelompok, jangan lupa harga itu berpengaruh. Kalau harga rokok naik, maka yang price elastis atau yang terpengaruh dengan harga itu adalah remaja," jelasnya, ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018).



Siswanto menambahkan, harga cukai rokok yang ditinggikan dapat berpengaruh pada daya beli remaja. Mereka akan berpikir dua kali ketika membeli rokok.

"Intinya bahwa salah satu cara mengurangi konsumsi rokok pada remaja adalah dengan menaikkan harga," tambahnya.

Perilaku merokok remaja merupakan salah satu kebiasaan yang menimbulkan kerentanan akan penyakit dalam jangka panjang khususnya kanker paru-paru. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya agar jumlah perokok muda dapat menurun.

(up/up)