Minggu, 04 Nov 2018 15:42 WIB

Punya Kolesterol Tinggi? Jangan Diet Keto!

Mustiana Lestari - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Belakangan tren diet keto atau diet ketogenik makin berjamur. Diet ini dianggap ampuh untuk menurunkan berat badan hanya dengan mengganti asupan karbohidrat dengan lemak. Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr Nessa Wulandari MGizi, SpGK mengatakan diet jenis ini berbahaya untuk orang dengan kolesterol tinggi.

"Masyarakat masih salah berasumsi diet keto itu hanya mengonsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidratnya nggak dimakan. Yang dimakan ada gorengan yang lemaknya malah lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol bagi yang belum punya penyakit kolesterol dan bagi sudah punya kolesterol malah bisa buat penyakit jantung koroner," kata Nessa di Festival Jantung Sehat, Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Punya Kolesterol Tinggi? Jangan Diet Keto!Dr Nessa Wulandari MGizi, SpGK


Padahal menurutnya, konsumsi karbohidrat tetap diperlukan bagi tubuh. Bahkan pemilihan makanan dengan lemak juga perlu diwaspadai dan dikonsultasikan terlebih dahulu ke ahli gizi.

"Jadi kita harus tahu lemaknya setinggi apa? Mana lemak yang tepat dan sesuai," sambung dia.

Nessa justru menganjurkan bagi penderita kolesterol untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat daripada yang kaya lemak apalagi mengandung lemak jenuh.

"Jadi kita menganut intinya sehat dan seimbang menurut pedoman yang penting masih mencakup semua sumber karbohidrat dan lemak. Lemaknya dibatasi dan lemaknya baik, ada seratnya. Seratnya harus tinggi karena bisa mengikat kolesterol supaya ikut metabolisme," tutur dia lagi.

Nessa juga menganjurkan TANGKAL untuk orang yang mempunyai kolesterol tinggi agar tidak menjadi pemicu penyakit jantung koroner.



TANGKAL tediri dari 7 langkah mudah yaitu Teratur periksa kolesterol, Awasi asupan dan pola makan, Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, Giat berolahraga dngan senam B-Fit, Kendalikan berat badan dan hindari stress, Awasi tekanan darah serta Lengkapi dengan Benecol 2 kali sehari.

Menurut Head of Business Unit Specialities Nutrition Nutrive Benecol Donny Bambang Iryanto produknya mengandung Plant Stanol Ester (PSE) yang dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner.

"Kami satu-satunya pangan yang bisa menurunkan kolesterol 7 sampai % dama 1 hingga 2 minggu Benecol ini memnag sudah dijual di 35 negara dan kita bawa ke Indonesia. Karena kita bisa bantu masyarakat makanya kita jalankan kampanye tahun ketiga kita," jelas dia. (mul/ega)