"Ada penimbunan cairan antara paru-paru dengan pembungkus paru-paru," jelas dr Daniel, Kepala RS Pengayoman, Jakarta Timur, dikutip dari detikHot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Normalnya, area di sekitar pleura memang berair untuk memungkinkan paru-paru mengembang dengan baik saat bernapas. Namun dalam jumlah berlebih, cairan akan menyebabkan paru sulit mengembang sehingga menyebabkan sesak napas seperti dialami Pretty saat datang ke rumah sakit. Orang awam menyebutnya sebagai 'paru-paru basah', namun sebenarnya istilah tersebut tidak dikenal dalam dunia medis.
Penumpukan cairan dalam jumlah berlebih di area pleura bisa disebabkan oleh banyak hal. "Penyebabnya itu karena infeksi karena proses keganasan juga bisa, akhirnya kita periksa," sebut dr Daniel.
Beberapa penyebab efusi pleura antara lain sebagai berikut:
Kebocoran dari organ lain
|
Foto: thinkstock
|
Kanker
|
Foto: iStock
|
Infeksi
|
Foto: Thinkstock
|
Embolisme paru
|
Foto: Thinkstock
|
Penyakit autoimun
|
Salah seorang pengidap penyakit autoimun, lupus, Selena Gomez (Foto: Dok. Getty Images)
|
Halaman 3 dari 6











































