Rabu, 07 Nov 2018 14:30 WIB

Kenapa Bule Nggak Suka Bau Durian? Ini Kata Dokter THT

Rosmha Widiyani - detikHealth
Bagi sebagian orang, bau durian sangat menyengat dan tidak sedap (Foto: iStock) Bagi sebagian orang, bau durian sangat menyengat dan tidak sedap (Foto: iStock)
Jakarta - Kasus bau durian yang menyengat hingga mengganggu jadwal penerbangan sempat viral. Kasus ini viral lewat unggahan Amir Zidane di Facebook. Penumpang Sriwijaya Air SJ 091 Bengkulu-Jakarta memprotes awak kabin, hingga akhirnya turun pesawat.

Menurut dokter ahli telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dr Bagas Wicaksono SpTHT-KL, kejadian tersebut adalah contoh kepekaan terhadap wewangian (fragrance sensitivity). Kasus ini biasanya terjadi pada bau yang cukup menyengat, atau mengandung banyak bahan kimia misal pewangi ruangan.

"Risiko kepekaan biasanya turun bila sudah terpapar sejak dini. Misal, orang bule kurang suka bau durian karena memang tak pernah terpapar sejak kecil. Kepekaan biasanya ditemukan dalam keluarga, misal orangtua dan anak yang sama-sama tidak suka bau bensin," kata dokter yang kini berpraktik di RSIA Kemang Medical Care pada detikHealth, Rabu (7/11/2018).



Kepekaan bisa sangat mengganggu bergantung reaksi tubuh menghadapi ketidaksukaan pada aroma. Dalam beberapa kasus, reaksi kepekaan adalah pilek hingga bersin. Namun dalam beberapa kasus, pasien mengalami kesulitan bernapas karena bau yang tidak disukai.
Orang bule kurang suka bau durian karena memang tak pernah terpapar sejak kecil. Kepekaan biasanya ditemukan dalam keluarga, misal orangtua dan anak yang sama-sama tidak suka bau bensindr Bagas Wicaksono SpTHT-KL - RSIA Kemang Medical Care

Bila hal tersebut terjadi, pasien sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dalam kehidupan sehari-hari, kepekaan bisa ditangani dengan penggunaan masker dan semprot hidung. Pasien juga bisa minum obat dekongestan sesuai resep dokter.

(up/up)
News Feed