Kamis, 08 Nov 2018 19:00 WIB

Laboratorium Canggih di RSUP Sanglah, Ada Ruang Isolasi untuk Wabah!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Laboratorium canggih di RSUP Sanglah. Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth Laboratorium canggih di RSUP Sanglah. Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth
Denpasar - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah adalah rumah sakit kelas A yang dilengkapi dengan laboratorium resistensi mikroba untuk mengecek resistensi atau ketahanan kuman terhadap antibiotik.

"Laboratorium biologi molekuler dibuat untuk menumbuhkan bakteri untuk melihat kuman itu resisten terhadap antibiotik apa dan sensitif antibiotiknya," kata Dirut RSUP Sanglah, I Wayan Sudana, saat ditemui di Denpasar, Kamis (8/11/2018).

Selain itu, terdapat ruang Perawatan Nusa Indah atau ruang isolasi terbatas. Dirancang untuk pasien yang bertedensi wabah sehingga bisa memutus rantai penularan untuk tidak menjadi rumah sakit sebagai penyebar virus.

"Pasien datang dari luar, dirujuk ke rumah sakit kita, sudah dari informasi awal sudah disampaikan bahwa akan dirujuk satu pasien ke sini, lalu tempatkan dalam ruangan yang menentukan apakah betul informasi yang disuspekan oleh perujuk, benar atau tidak," tutur Kepala Bagian Penunjang Pusat Pelayanan Isolasi Terbatas RSUP Sanglah, I Gusti Bagus Ken Wirasandi, Kamis (8/11/2018).



Jika pada saat pemeriksaan terdiagnosis bahwa arahnya ke tedensi atau ancaman wabah akan masuk ruang isolasi. Apabila tidak terbukti maka pasien dipulangkan.

"Sembuh atau meninggal keputusannya di sini. Keputusan untuk mendiagnosis bahwa ini tedensi wabah tidaknya, kalau kasus wabah baru kan yang boleh men-declare adalah Kemenkes lewat Litbangkesnya. Kalau sudah lama seperti flu burung, kita bisa," tambahnya.

Sejak tiga tahun lalu, kasus flu burung sudah tidak pernah tercatat lagi. Untuk itu, ruangan perawatan Nusa Indah digunakan untuk mengisolasi pasien TBC (Tuberkulosis).

"Kalau flu burung yang tercatat, dari sekian suspek itu , yang sudah pasti flu burung, dari 20 yang suspek hanya 7 yang confirm. Ini empat tahun yang lalu," tutupnya.

(Khadijah Nur Azizah/up)
News Feed