Menurut Kepala Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono, baik pembalut wanita maupun pembalut bayi (popok) memiliki bahan utama yang disebut Super Absorbent Polymer (SAP).
SAP ini dibungkus oleh polimer beserta bahan kimia lainnya, seperti klorin, alkohol, dan kloroform. Nah, jika kita menghirup bahan kimia tersebut dalam jumlah yang banyak, maka dapat berisiko buruk pada sistem pernapasan, seperti batuk, nyeri dada, dan pembengkakan paru-paru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kok air rebusan pembalut bisa menimbulkan sensasi mabuk atau 'ngefly'? Menurut Agus, meskipun memberikan efek yang sedemikian rupa, rebusan pembalut bukanlah narkoba namun merupakan perkursor. Prekursor adalah zat atau bahan pemula yang dapat digunakan untuk pembuatan narkotika dan psikotropika.
Seperti katakanlah toluene (cairan bening yang digunakan untuk pengencer cat), toluen ini bukan narkoba tapi termasuk prekursor untuk narkoba atau bahan lain yang secara industrial dia boleh. Tetapi di sisi lain, kalau itu digunakan untuk dihirup itu dapat menimbulkan efek seperti fly, bisa menyebabkan kecanduan juga," jelas Agus.
Dan masih banyak efek-efek menyeramkan lainnya dari pengonsumsian air rebusan pembalut ini. Untuk lebih jelasnya, saksikan di video berikut:
(wdw/wdw)











































