Rabu, 14 Nov 2018 09:02 WIB

Hari Diabetes Sedunia

Suka Gorengan Tapi Takut Kolesterol? Catat, Ini Saran Dokter Jantung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Nikmatnya gorengan di pagi hari selalu jadi godaan (Foto: shutterstock) Nikmatnya gorengan di pagi hari selalu jadi godaan (Foto: shutterstock)
Jakarta - Gorengan adalah 'genderuwo' alias hantu menakutkan bagi yang punya obsesi hidup sehat. Tepungnya bisa jadi gula yang meningkatkan risiko diabetes atau kencing manis, sedangkan minyaknya adalah faktor risiko peningkatan kadar kolesterol jahat.

Anjuran pada pakar kesehatan adalah sebisa mungkin menghindari gorengan. Namun jika memang benar-benar ingin menikmati lezatnya pisang goreng, dr Dian Larasati Munawar, SpJP punya saran untuk mengurangi dampak buruknya.

"Kalaupun ingin makan gorengan, sebaiknya bikin sendiri. Setidaknya kita bisa kontrol sendiri minyaknya pakai yang bagus," kata dokter jantung yang berpraktik di RS Binawaluya Jakarta Timur tersebut, ditemui usai mengisi Good Morning di CNN Indonesia TV, Rabu (14/11/2018).



Terhadap risiko diabetes maupun penyakit jantung, gorengan menurut dr Dian sama-sama berdampak buruk. Gula maupun tepung yang di dalam tubuh akan dipecah menjadi gula, akan meningkatkan kadar gula darah, yang bisa meningkatkan risiko diabetes.

Menurutnya, 50 persen pasien penyakit jantung yang dirawatnya punya riwayat diabetes. Parahnya, pasien penyakit jantung dengan riwayat diabetes umumnya punya riwayat neuropati alias tidak merasakan keluhan seperti pada umumnya serangan jantung.

"Jadi kebanyakan datang dalam kondiisi lebih parah," kata dr Dian.

(up/up)
News Feed