Rabu, 14 Nov 2018 14:24 WIB

BPOM Sita Rp 134 M Obat dan Kosmetik, Jamu Hingga Pensil Alis Berbahaya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama tahun 2018 telah mengamankan 112 miliar rupiah kosmetik ilegal dan berbahaya, serta 22,13 miliar rupiah obat tradisional ilegal dan mengandung bahan kimia obat (BKO).

Kosmetik yang diamankan mulai dari lipstik berbahaya hingga pensil alis palsu. Beberapa di antaranya mengandung merkuri, antimony, hidrokinon, tretinoin, dan merah K3. Sedangkan kosmetik seperti maskara dan lipstik merk ternama dipalsukan.

"Ada 113 item kosmetik mengandung bahan dilarang atau berbahaya atau palsu atau mengandung bahan melebihi kadar yang dilaporkan post market alert system di Asean," ujar Kepala BPOM Penny K Lukito saat acara Public Warning 2018 di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).



Sementara itu, ada enam produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya yang berada di jalur legal. Keenam produk yang dimaksud adalah:

- Marie Anne Beauty Shadow 02
- Marie Anne Beauty Shadow 07
- QL Matte Lipstick 07 (Sunset Orange)
- QL Matte Lipstick 08 (Flaming Red)
- QL Matte Lipstick 09 (Pretty Peach)
- QL Matte Lipstick 10 (Lady Red)

Sebagian daftar kosmetik dan obat tradisional ilegal yang diamankan BPOM.Sebagian daftar kosmetik dan obat tradisional ilegal yang diamankan BPOM. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth


Selain keenam produk tersebut, juga ada ratusan kosmetik maupun obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat serta tidak terdaftar di BPOM. Secara keseluruhan, produk tersebut telah diamankan.



Hal ini termasuk pada langkah public warning Yang bertujuan untuk memberikan informasi bagi masyarakat mengenai produk-produk berbahaya yang beredar di pasaran.

"Saya kira berbagai upaya pengawasan yang dilakukan BPOM adalah intinya untuk memberikan efek jera," tutur Penny.

"Bagian penting dari pemberian efek jera ini adalah untuk membenahi kecerdasan konsumen, untuk memilih mana yang aman, yang bermutu," lanjutnya.

Menurut Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, Mayagustina Andarini, temuan di tahun 2018 ini sudah menurun cukup signifikan sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya.

"Kira-kira bisa 50 persen, dari 19 item kosmetik jadi 6. Kita tetap waspada, kita melakukan pengawasan di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan ini tanda produk ilegal dan tidak memenuhi syarat bisa berkurang. Kosmetik yang (angkanya) lumayan besar," katanya.





Tonton juga 'BPOM Bongkar Gudang Kosmetik Ilegal Senilai Rp 41 M':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed