Kamis, 15 Nov 2018 12:26 WIB

Tak Menerapkan Seks Aman, Adelaide Kena Wabah Sifilis

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi penyakit menular seksual (pms) sifilis. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi penyakit menular seksual (pms) sifilis. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pemerintah Adelaide resmi menyatakan wabah sifilis di wilayah ibukota Australia Selatan tersebut. Penyakit menular seksual ini awalnya ditemukan di wilayah barat, Far North Queensland, dan Eyre Peninsula.

"Dalam 6 bulan ini angka sifilis memang cenderung meningkat tapi sangat kecil. Saat ini kami jemput bola penduduk Australia Selatan supaya bisa segera mendeteksi dan memberi pengobatan pasien sifilis," kata Direktur pengawsan penyakit menular South Australian Health Louise Flood dikutip dari ABC.



Situs Australian Medical Association (AMA) menyatakan, salah satu faktor risiko sifilis adalah perilaku seks yang tidak aman dan bersih. Misal tidak menggunakan kondom, serta masih berhubungan seks meski terdapat luka pada alat kelamin, anus, atau mulut. Luka ini umumnya memang tidak terasa perih dan baru muncul 9-90 hari usai berhubungan seksual. Sifilis lebih mudah sembuh jika serangannya lekas terdeteksi.

Sifilis awalnya menjangkiti warga asli Australia di Australia Selatan dengan keterbatasan akses kesehatan. Mereka umumnya tinggal di daerah terpencil dengan petugas kesehatan yang minim pengalaman. Akibatnya risiko sifilis meningkat hingga 132 kali pada warga dengan kegiatan seksual aktif. Sifilis juga berisiko menjangkiti bayi yang ibunya terinfeksi penyakit ini saat hamil.

"Sifilis bisa dicegah bila warga menerapkan perilaku seks yang bersih dan aman. Selain itu, fasilitas kesehatan harus mudah diakses bagi warga yang terjangkit sifilis. Hal lain yang perlu dicatat adalah harus ada evaluasi usai upaya jemput bola pada pasien sifilis," kata Presiden AMA Michael Gannon.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed