Jumat, 16 Nov 2018 12:55 WIB

Komentari Pembunuhan di Bekasi, Psikolog: Nuraninya Sudah Tidak Berfungsi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Rasa dendam bisa dialami semua orang namun tidak serta merta membuatnya jadi pembunuh. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Polisi telah menetapkan HS menajdi tersangka dalam pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Pembunuhan diduga berlatar dendam karena pelaku sering dimarahi korban. Pelaku melarikan mobil korban namun meninggalkan uang, surat berharga, dan harta lainnya.

Dendam memang menjadi salah satu motif kejahatan misal pembunuhan. Namun dendam tak lantas menjelaskan penyebab terjadinya tindak kriminal. Dendam dirasakan hampir setiap orang, namun mereka berhasil mengendalikan diri untuk tidak melakukan kejahatan.

"Orang yang melakukan pembunuhan keji jelas tidak bermoral, biadab, hanya berfokus pada pemuasan dorongan emosi. Hati nuraninya tak lagi berfungsi untuk mempertimbangkan dampak dan korban dari aksinya yang tak punya welas asih," kata psikolog Veronica Adesla pada detikHealth, Jumat (16/11/2018).



Pelaku pembunuhan umumnya tidak menghiraukan akibat tindak kejahatan pada dirinya, misal sanksi penjara dan pandangan buruk masyarakat. Pelaku hanya mengejar kepuasaan pribadi dengan melampiaskan emosinya terhadap korban. Selain pelampiasan, tujuan pembunuah biasanya terkait mematikan saingan, mendapatkan uang, kekuasaan, dan motif duniawi lainnya.

Veronica menyarankan polisi menerapkan sanksi sesuai aturan yang berlaku pada korban. Selain itu, perhatian pada korban sekunder dari aksi pelaku juga harus diperhatikan. Korban sekunder adalah orang-orang terdekat yang mengalami dampak ikutan dari aksi kriminal. Mereka adalah anggota keluarga, saudara, dan teman yang aspek kehidupannya terganggu akibat pembunuhan.






Tonton juga 'Ada Dendam di Balik Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi?':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/fds)