Jumat, 16 Nov 2018 14:43 WIB

Psikolog Sebut Pelaku Pembunuhan Biasanya Tidak Memiliki Gangguan Mental

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono Ilustrasi pembunuhan. Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Jakarta - Pelaku pembunuhan atau pembunuh apapun alasannya tetap merupakan perilaku yang tidak terpuji. Menurut Veronica Adesla, psikolog klinis dari personal Growth, jika pelaku pembunuhan menikmati bisa jadi mengindikasikan adanya gangguan mental.

"Pelaku pembunuhan serial dan orang yang menikmati ketika melakukan pembunuhan dapat menjadi indikasi pelaku mungkin memiliki gangguan mental (psikologis), seperti antara lain psychopath atau sadistic personality disorder," ujarnya saat dihubungi detikHealth, Jumat (16/11/2018).

Namun, Vero menambahkan bahwa kebanyakan pelaku pembunuhan melakukan secara sadar, baik direncanakan maupun tidak. Serta setelah dilakukan pemeriksaan kebanyakan dari mereka tidak mengalami gangguan mental.



"Berdasarkan jurnal-jurnal penelitian yang saya baca, kebanyakan pelaku pembunuhan terbukti melakukannya secara sadar dan tidak mengalami gangguan mental," tuturnya.

"Bila berdasarkan hasil proses pemeriksaan, selain menjalani masa hukuman, pelaku harus mendapatkan intervensi medis maupun psikologis maka hal ini haruslah dituntaskan," lanjut Vero.

Sementara itu, pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat memiliki motif dendam pada korban karena sering dimarahi. Dendam sendiri adalah salah satu gejala awal dari gangguan kepribadian paranoid yang termasuk dalam gangguan mental.

Orang yang mengidap gangguan kepribadian ini merasa dirinya selalu dalam kondisi bahaya, selalu muncul rasa ketidakpercayaan dan kecurigaan tak henti-hentinya pada orang lain, meskipun tidak ada alasan untuk merasa curiga.





Tonton juga 'Lawan Bullying! Jangan Cuma Ditonton':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/fds)
News Feed