Senin, 19 Nov 2018 08:00 WIB

Studi: Serangan Jantung Makin Sering Menyerang Wanita Muda

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi serangan jantung pada wanita. Foto: Thinkstock
Jakarta - Penelitian oleh American Health Association menemukan wanita muda mengalami kecenderungan mengkhawatirkan dalam insiden serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya dalam beberapa dekade terakhir.

Studi ini menemukan terdapat peningkatan jumlah pasien muda yang dirawat karena serangan jantung pada wanita. Penelitian juga menunjukkan wanita muda cenderung kurang mendapatkan perawatan kardiovaskular yang menyebabkan risiko terkena hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal kronis lebih tinggi dibandingkan dengan pria muda.

"Penyakit jantung kadang-kadang dianggap sebagai penyakit orang tua, tetapi saat ini banyak kasus serangan jantung yang menyerang kalangan anak muda khususnya wanita. Ini memprihatinkan sehingga kita perlu lebih fokus pada populasi ini," kata dr Sameer Arora, spesialis kardiologi di Fakultas Kedokteran University of North Carolina, dikutip dari Medicalnewstoday.

dr Arora menghimbau agar para ahli kesehatan jantung dan profesional perawatan kesehatan lainnya harus lebih memperhatikan kesehatan kardiovaskular utamanya jantung pada wanita.

"Penyakit arteri koroner seringkali dilihat sebagai penyakit pria sehingga wanita yang datang ke unit gawat darurat dengan nyeri dada dianggap tidak berisiko tinggi. Harus dipahami bahwa presentasi serangan jantung pada wanita berbeda dengan pria. Wanita lebih cenderung mengalami gejala atipikal sehingga seringkali terlewatkan," tandasnya.


Seorang ahli jantung dan profesor kedokteran dan epidemiologi di Montefiore Medical Center di New York City, dr Ileana L Pina juga menimpali temuan tersebut. Menurutnya, jika hal ini tidak ditangani dengan baik maka angka wanita yang mengalami serangan jantung akan terus meningkat.

"Pembunuh wanita nomor satu bukanlah kanker payudara atau kanker rahim tetapi penyakit jantung. Dan sampai kita memperhatikan hal ini, angka-angka seperti ini akan terus muncul," ungkapnya.

dr Pina menambahkan, adanya peran gender pada wanita bisa mengakibatkan mereka kurang menjaga kesehatan. Wanita akan lebih cenderung memikirkan keluarga ketimbang dirinya sendiri.

"Wanita akan melakukan apa saja untuk keluarga mereka, dan seringkali menempatkan posisi mereka di tempat terakhir. Kita perlu mengajari wanita untuk mengubah sikap kesehatan mereka dan merawat diri mereka sendiri," pungkasnya.

(Khadijah Nur Azizah/up)