Kamis, 22 Nov 2018 13:03 WIB

Gisel Gugat Cerai Gading, Ini Saran Psikolog Agar Anak Tidak Jadi 'Korban'

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Gisel gugat cerai Gading Marten. Foto: Pool/Noel/DetikFoto.
Jakarta - Gisella Anastasia dan Gading Marten memutuskan untuk mengakhiri mahligai pernikahan. Banyak yang menyayangkan sebab mereka dinilai sebagai keluarga yang harmonis dan orangtua yang baik untuk sang buah hati, Gempita Nora Martin.

Pernikahan memang bukanlah yang mudah, baik untuk mengawali atau mengakhirnya sama-sama berat. Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi, Psikolog Klinis Dewasa menuturkan kepada detikHealth bahwa orang tua harus menyadari perceraian perubahan yang terjadi tidak hanya menimpa kehidupan mereka berdua, namun juga anak.

"Dalam proses menjelang dan paska perceraian, penting bagi si anak untuk mengetahui bahwa ia akan tetap mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya, atau ia punya akses untuk bertemu dengan ayah atau ibunya yang tinggal terpisah," kata Wulan.


Pastikan untuk memberikan pemahaman pada anak sesuai dengan usianya. Sadari juga ada risiko trauma perceraian yang muncul pada anak karena bisa jadi ia menganggap dirinya sebagai penyebab perpisahan kedua orang tuanya.


Tonton video: Hasil Studi Tunjukkan 5 Tahun Awal Pernikahan Masa Tersulit
[Gambas:Video 20detik]

"Jadi orangtua juga perlu mendekatkan diri dengan anak, agar ortu juga bisa memahami penghayatan si anak terhadap perceraian orangtuanya," tandasnya.





(ask/up)