Kamis, 22 Nov 2018 19:30 WIB

Hati-Hati! Balita Stunting Lebih Rentan Terinfeksi TBC

Yoga Radyan Nalendra - detikHealth
Gangguan gizi dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh. (Foto: iStock) Gangguan gizi dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh. (Foto: iStock)
Jakarta - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengutarakan balita yang terkena stunting rentan terinfeksi tuberkulosis (TBC atau TB). Peran multi sektor atau multi aktor sangat diperlukan bagi upaya pencegahan terhadap stunting dan TBC.

"Faktor terkena risiko TBC adalah gangguan gizi yang dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi," ungkapnya saat ditemui usai seminar Sinergitas Multi-Aktor dalam Pencegahan Stunting dan Eliminasi TBC di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).

Menurutnya status gizi sangat berpengaruh pada penurunan daya tahan tubuh dalam menghadapi invasi kuman. Karenanya, stunting bisa berpengaruh pada kemampuan balita dalam melawan TBC.

"Hal ini membuat balita stunting lebih rentan tertular penyakit TBC dibandingkan dengan balita gizi normal," katanya.



Untuk stunting, Nila memaparkan memang masyarakat belum merasa bahwa stunting adalah masalah. Hal ini dikarenakan belum banyak yang mengetahui dampak dan anak tidak terlihat sakit.

"Konsekuensi jangka panjang dari stunting pada anak usia dini akan berpengaruh pada kelangsungan hidup, pertumbuhan linear, perkembangan kognitif, kemampuan belajar di sekolah, produktivitas dan berat badan lahir," terangnya.

Selain itu, Menkes menyampaikan upaya mengatasi faktor risiko yang diperlukan untuk mengatasinya dimulai dari kemiskinan perlindungan kesehatan khusus pada remaja putri, ibu dan anak, serta kesetaraan dalam keluarga.

"Perlindungan ini dalam arti penjaminan kecukupan gizi ibu hamil dan tumbuh kembang anak, praktik pemberian makan pada bayi dan anak (PMBA) serta pencegahan dan pengobatan infeksi serta ketersediaan air bersih dan jamban keluarga," tandasnya.

(up/up)
News Feed