Jumat, 23 Nov 2018 08:31 WIB

Saran Psikolog agar Pernikahan Tak Kandas

Kireina Suci Cahyani - detikHealth
Simak saran psikolog agar pernikahan tak cepat kandas. Foto: Dok. Instagram/gisel_la Simak saran psikolog agar pernikahan tak cepat kandas. Foto: Dok. Instagram/gisel_la
Jakarta - Pernikahan pasangan selebriti Gisel dan Gading baru seumur jagung, tapi terancam kandas dengan gugatan cerai. Apa saran psikolog menghadapi risiko perceraian di masa-masa kritis ini?

Psikolog klinis Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi, menjelaskan bahwa tiga sampai lima tahun pertama merupakan waktunya membangun fondasi perkawinan. Maka perlu disadari memang pada masa-masa ini akan sangat mungkin terjadi pertengkaran besar.

"Jadi, kalau banyak permasalahan yang seolah tidak kunjung selesai, bukan tidak mungkin itu adalah bagian membuat fondasi pernikahan semakin kokoh. Serta dapat menjadikan pasangan tumbuh dan berkembang," ujar Wulan saat diwawancarai detikHealth, Kamis (22/11/2018).

Wulan juga mengatakan apabila perkawinan terlihat baik-baik saja tanpa permasalahan, belum tentu hubungan tersebut sehat. Bisa saja pasangan tersebut sedang mengalami ketidakpuasan, tetapi tidak dapat mengkomunikasikan pikiran serta perasaannya secara verbal.


Oleh karena itu bisa saja mereka terlihat baik-baik dan terkesan bahagia. Sama seperti kasus Gisel dan Gading yang dinilai tidak terlalu banyak mengekspos permasalahan rumah tangganya. Namun alih-alih semua pihak dikejutkan dengan kabar gugatan cerai Gisel kepada Gading.

"Jadi, yang perlu dilakukan adalah kenali diri sendiri dan pasangan yang dalam hal-hal yang dapat berpotensi menimbulkan konflik. Lalu pelajari bagaimana mengatasi konflik serta bagaimana menemukan jalan tengah untuk berkomunikasi," tambah Wulan.

Penyesuaian berarti sama-sama saling menyesuaikan. Wulan juga menegaskan bahwa terkadang yang jadi terjadi bukan penyesuaian, tetapi ingin dimengerti bahwa 'saya memang orangnya begini', tetapi juga tidak bisa memahami posisi orang lain.

"Ketika sudah menikah tolong sadari bahwa perannya sudah tidak hanya 'saya', tetapi juga 'kita'. Identifikasi hal-hal tersebut dan buat kesepakatan bersama untuk menjalaninya," tutup Wulan saat memberikan kiat melindungi pernikahan muda.



(up/up)
News Feed