Jumat, 23 Nov 2018 19:29 WIB

Perangi Obesitas, London Larang Iklan Junk Food di 2019

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilutrasi obesitas yang jadi masalah di Inggris. Foto: thinkstock Ilutrasi obesitas yang jadi masalah di Inggris. Foto: thinkstock
Jakarta - Pemerintah kota London melarang iklan junk food di seluruh sarana transportasi di wilayah tersebut. Aturan yang diterapkan mulai 25 Februari 2019 juga diterapkan pada tempat pemberhentian angkutan umum, misal terminal dan stasiun.

Dikutip dari Daily Mail, Walikota London Sadiq Khan menginisiasi aturan ini membangun masyarakat yang lebih sehat. Penyedia junk food bahkan tidak boleh memunculkan logonya pada papan iklan di seluruh layanan transportasi London.

Namun, pengusaha junk food masih boleh mengiklankan menunya yang lebih sehat. Misal salad sayur, buah, minuman bebas pemanis buatan, dan camilan yang tak diberi tambahan garam. Hal serupa bisa diterapkan pada menu produksi penyedia junk food yang rendah lemak, gula, dan garam.


Langkah Khan menciptakan pro dan kontra di kalangan pemerintah dan pengusaha junk food. Chief Medical Officer for England Dame Sally Davies menyatakan dukungannya pada langkah Khan. Menurut Davies, jumlah anak yang menderita obesitas di Inggris sudah sangat mengkhawatirkan. Inggris perlu langkah nyata untuk menghentikan peningkatan kasus obesitas, seperti yang dilakukan Khan.

Namun, kepala organisasi perdagangan Outsmart Justin Cochrane menyayangkan langkah Khan. Menurutnya London tak perlu mengambil langkah ekstrim dengan membatasi iklan. Pemerintah bisa bekerja sama dengan pengusaha untuk menyosialisasikan pola makan sehat pada masyarakat.

(Rosmha Widiyani/up)