Sabtu, 24 Nov 2018 08:15 WIB

Studi: 1 dari 8 Remaja di Inggris Mengidap Gangguan Mental

Yoga Radyan Nalendra - detikHealth
Remaja Inggris cukup banyak alami gangguan mental. Foto: thinkstock Remaja Inggris cukup banyak alami gangguan mental. Foto: thinkstock
Jakarta - Laporan yang berjudul, "Mental Health of Children and Young People in England, 2017," yang diterbitkan hari Kamis lalu oleh National Health Service di Inggris, memberikan angka resmi pertama sejak tahun 2004 yang mengeksplorasi masalah kesehatan mental di kalangan anak muda. Temuannya didasarkan pada survei terhadap lebih dari 9.000 orang muda.

Satu dari enam (16,9 persen) usia 17 hingga 19 tahun ditemukan memiliki gangguan mental, dan kelompok yang paling berisiko menderita penyakit mental adalah perempuan muda, dengan hampir satu dari empat anak perempuan berusia 17 hingga 19 tahun berjuang dengan masalah kesehatan mental.

"Angka-angka baru ini mengungkapkan betapa banyaknya orang-orang muda kita dipengaruhi oleh kondisi kesehatan mental. Bahwa kesehatan mental menantang anak-anak dan orang muda yang mereka hadapi semakin meningkat, "kata Sarb Bajwa, kepala eksekutif psikolog tubuh British Psychological Society dikutip dari CNN, Jumat (23/11/2018).

Masalah kesehatan mental lebih jarang terjadi pada kelompok usia yang lebih muda sebenarnya, tetapi jumlahnya perlahan meningkat menurut laporan terbaru tersebut. Kelompok usia lima hingga 15 tahun melihat kenaikan 1,1 persentase poin dalam keseluruhan prevalensi gangguan mental, dari 10,1 persen pada tahun 2004 menjadi 11,2 persen pada tahun 2017, dengan gangguan emosional lebih umum pada kelompok usia ini - meningkat menjadi 5,8 persen pada tahun 2017 dari 3,9 persen pada tahun 2004.

"Meskipun ada beberapa kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, angka-angka baru ini sekarang harus menginspirasi pemerintah dan National Health Service (NHS) untuk bertindak tegas untuk ribuan anak-anak dan orang muda yang sangat membutuhkan dukungan," ungkap Bajwa.



Ia menemukan juga bahwa wanita muda, tiga kali lebih mungkin memiliki gangguan emosional (22,4 persen) daripada anak laki-laki dari kelompok usia yang sama (7,9 persen). Masalah emosional, seperti depresi dan kecemasan, ditemukan meningkat seiring usia dan lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki.

Dengan kata lain, hasil studi terbaru mengungkapkan juga gangguan mental cenderung lebih umum pada anak-anak kulit putih di Inggris daripada di antara kelompok minoritas. Anak-anak yang tinggal bersama orang tua di kalangan berpenghasilan rendah juga lebih mungkin memiliki gangguan mental, dengan tingkat yang cenderung lebih tinggi pada anak-anak yang orangtuanya menerima tunjangan rendah.



Saksikan juga video Ketika Jonghyun 'SHINee' Sempat Akui Menderita Gangguan Mental:

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)