Senin, 26 Nov 2018 18:35 WIB

Sebab Komplikasi Penyakit Jantung Seperti Dialami Ibu Roger Danuarta

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ibunda Roger Danuarta meninggal dunia dengan riwayat penyakit jantung. (Foto: Getty Images) Ibunda Roger Danuarta meninggal dunia dengan riwayat penyakit jantung. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Kabar duka datang dari aktor Roger Danuarta. Sang ibu, Engnawati Atmadja, menutup usianya pada Jumat (23/11/2018). Roger mengatakan, ibundanya sudah sering keluar-masuk rumah sakit, karena memiliki riwayat penyakit jantung hingga komplikasi gagal ginjal.

"Mungkin karena sudah berumur, jadi ada penyempitan. Kata dokternya, jantung kalau tak bekerja akan membuat gumpalan darah. Setelah dipasang ring, gumpalan darah terbuka dan aliran darah jalan lagi. Dan akhirnya menyumbat ke ginjal," papar Roger, dikutip dari detikHOT.

Hal senada juga diutarakan oleh dr Isman Firdaus, SpJP, FIHA, dari RS Harapan Kita. Penyakit jantung sendiri, terangnya, merupakan komplikasi dari atherosclerosis, yakni penyempitan pembuluh arteri yang diakibatkan penumpukan plak.



"Penyakit jantung yang tidak ditangani dengan baik, tidak dikendalikan dengan baik, dampaknya bisa mengganggu organ-organ lain, sekitar 5-10 persen bisa terjadi. Penyakit jantung koroner, 50 persen menjadi serangan jantung yang jika tak tertolong bisa meninggal, jika tidak akan menjadi gagal jantung," imbuh dr Isman.

Gagal jantung merupakan kondisi di mana jantung tak lagi mampu berfungsi sebagaimana mestinya, yakni memompa darah ke seluruh tubuh. Biasanya penanganannya dengan memasang ring, operasi bypass (memotong bagian pembuluh arteri yang tersumbat).

Jika seseorang yang memiliki kondisi ini tidak segera ditangani, juga bisa picu komplikasi pada organ lainnya. dr Isman mengatakan organ-organ yang paling sering jadi 'korban' adalah otak, paru-paru dan ginjal. Meski organ lainnya seperti hati dan sistem pencernaan juga bisa terdampak.

"Risiko paling tinggi adalah karena otot jantungnya memang udah rusak, otot jantung membantu pompa, dan normalnya pompa jantung diukur menggunakan fraksi ejeksi atau bahasa awamnya daya semprot. Kalau fraksi ejeksinya di bawah 50 persen, berarti udah terganggu, yang disebut dengan gagal jantung. Kalau semakin rendah tentunya akan berdampak pada organ lain," pungkasnya.

(fds/fds)