Selasa, 27 Nov 2018 16:40 WIB

Ramai Apel Mengandung Lilin Berbahaya, Ini Penjelasan BPOM

Firdaus Anwar - detikHealth
Apakah lilin pada apel berbahaya? (Foto: Screenshot Facebook) Apakah lilin pada apel berbahaya? (Foto: Screenshot Facebook)
Jakarta - Beberapa orang di media sosial baru-baru ini membagikan kisah menemukan buah apel yang kulitnya dilapisi zat semacam lilin. Disebutkan bahwa zat tersebut berbahaya bagi kesehatan bahkan sampai bisa menimbulkan kanker.

"Berapa bulan yg lalu saya dapat info tentang apel yg mengandung lilin. Ternyata memang benar apel yg saya beli mengandung lilin. Oooooooh indo makanan apa yg tidak megandung bahan pengawet berbahaya," tulis seorang pengguna Facebook pada awal November lalu.

Salah satu unggahan warganet yang menyebut bahaya lilin pada apel.Salah satu unggahan warganet yang menyebut bahaya lilin pada apel. (Foto: Screenshot Facebook)


Kalau kamu pernah membeli apel di pasar, mungkin juga pernah memperhatikan ada yang kulitnya tampak bagus mengkilap. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memang bisa diperoleh berkat lapisan lilin.



Dalam akun resminya BPOM mengatakan bahwa lilin pada apel termasuk dalam bahan tambahan pangan pelapis. Penggunannya aman untuk dikonsumsi karena sudah diatur berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 tahun 2013 tentang batas maksimum bahan tambahan pangan pelapis.

"Pelapis adalah bahan tambahan pangan untuk melapisi permukaan pangan sehingga memberikan efek perlindungan dan atau penampakan mengkilap," tulis BPOM dalam akun Instagram resminya, dikutip Selasa (27/11/2018).

Dijelaskan oleh BPOM total ada lima jenis lilin yang bisa digunakan untuk pelapis pangan yaitu malam (beeswax), kandelila (candelilla wax), karnauba (carnauba wax), dan mikrokistalin (microcrystalline wax).

(fds/up)
News Feed