Berbagai Penyebab Ngorok, Mulai dari Posisi Tidur Hingga Obesitas

Berbagai Penyebab Ngorok, Mulai dari Posisi Tidur Hingga Obesitas

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 03 Des 2018 19:42 WIB
Berbagai Penyebab Ngorok, Mulai dari Posisi Tidur Hingga Obesitas
Foto: iStock
Jakarta - Ngorok atau mendengkur adalah kondisi umum yang dapat terjadi pada siapa saja, terutama pada pria. Kebiasaan mendengkur akan cenderung memburuk seiring dengan bertambahnya usia.

Jika mendengkur hanya sesekali, biasanya tidak terlalu serius dan tidak membutuhkan penanganan lanjutan. Tetapi jika berlangsung secara terus menerus, nggak cuma mengganggu orang lain tetapi kebiasaan ini juga merusak kualitas tidur dan membuat waktu istirahat menjadi lebih sedikit.



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengkur terjadi ketika aliran udara terhambat sehingga asupan oksigen menjadi berkurang. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan dengkuran yang dikutip detikHealth dari beberapa sumber:

Posisi Tidur

Foto: iStock
Kebanyakan orang seringkali berkata hanya mendengkur ketika tidur telentang. Tidur telentang tidak hanya memengaruhi kondisi punggung tetapi dapat menjadi faktor seseorang mendengkur.

Ini terjadi karena napas lebih menekan pada pengaruuh berat leher atau dada yang menekan ke bawah. Ketika tidur dengan posisi telentang maka aliran napas dari tenggorokan ke paru-paru akan terhalangi sehingga pasokan oksigen menjadi berkurang.

Saluran hidung tersumbat

Foto: thinkstock
Beberapa orang mendengkur hanya ketika memasuki musim tertentu atau memiliki infeksi sinus. Deformitas hidung atau perubahan struktural pada dinding hidung dapat memicu terjadi dengkuran.

Masalah lain seperti cacat struktural di saluran napas seperti septum yang menyimpang atau hidung tersumbat dapat menjadi risiko penyebab dengkuran lebih keras.

Kebiasaan merokok

Foto: ilustrasi/thinkstock
Duh, lagi-lagi kebiasaan merokok dapat menyumbang timbulnya penyakit. Asap dari rokok, cerutu, atau pipa tembakau dapat menyebabkan peradangan di mukosa atau jaringan yang melapisi napas.

Jika ini terjadi maka akan menyebabkan pembengkakan dan saluran udara menyempit. Ketika saluran udara menyempit maka aliran udara akan sulit untuk mengalir ke paru-paru. Kebiasaan merokok nggak hanya bikin ngorok, tetapi juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Usia

Foto: thinkstock
Ketika usia mencapai 30 tahun atau lebih maka tenggorokan akan menjadi lebih sempit dan tonus otot di tenggorokan akan menurun. Meski tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah penuaan terjadi, mengubah gaya hidup, mengubah posisi tidur dan olahraga yang dipusatkan pada kesehatan tenggorokan dapat membantu mencegah dengkuran terjadi.

Obesitas

Foto: thinkstock
Kelebihan berat badan atau obesitas karena makan terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan tiroid yang menjadi pemicu kebiasaan mendengkur saat tidur. Lemak perut dapat mendorong diafragma dan menekan tulang rusuk.

Kondisi ini dapat mengecilkan volume paru-paru. Ketika kapasitas paru-paru menjadi rendah maka aliran udara akan terbatas yang menyebabkan dengkuran terjadi.

Halaman 2 dari 6
Kebanyakan orang seringkali berkata hanya mendengkur ketika tidur telentang. Tidur telentang tidak hanya memengaruhi kondisi punggung tetapi dapat menjadi faktor seseorang mendengkur.

Ini terjadi karena napas lebih menekan pada pengaruuh berat leher atau dada yang menekan ke bawah. Ketika tidur dengan posisi telentang maka aliran napas dari tenggorokan ke paru-paru akan terhalangi sehingga pasokan oksigen menjadi berkurang.

Beberapa orang mendengkur hanya ketika memasuki musim tertentu atau memiliki infeksi sinus. Deformitas hidung atau perubahan struktural pada dinding hidung dapat memicu terjadi dengkuran.

Masalah lain seperti cacat struktural di saluran napas seperti septum yang menyimpang atau hidung tersumbat dapat menjadi risiko penyebab dengkuran lebih keras.

Duh, lagi-lagi kebiasaan merokok dapat menyumbang timbulnya penyakit. Asap dari rokok, cerutu, atau pipa tembakau dapat menyebabkan peradangan di mukosa atau jaringan yang melapisi napas.

Jika ini terjadi maka akan menyebabkan pembengkakan dan saluran udara menyempit. Ketika saluran udara menyempit maka aliran udara akan sulit untuk mengalir ke paru-paru. Kebiasaan merokok nggak hanya bikin ngorok, tetapi juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Ketika usia mencapai 30 tahun atau lebih maka tenggorokan akan menjadi lebih sempit dan tonus otot di tenggorokan akan menurun. Meski tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah penuaan terjadi, mengubah gaya hidup, mengubah posisi tidur dan olahraga yang dipusatkan pada kesehatan tenggorokan dapat membantu mencegah dengkuran terjadi.

Kelebihan berat badan atau obesitas karena makan terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan tiroid yang menjadi pemicu kebiasaan mendengkur saat tidur. Lemak perut dapat mendorong diafragma dan menekan tulang rusuk.

Kondisi ini dapat mengecilkan volume paru-paru. Ketika kapasitas paru-paru menjadi rendah maka aliran udara akan terbatas yang menyebabkan dengkuran terjadi.

(wdw/wdw)

Berita Terkait