Senin, 03 Des 2018 21:31 WIB

Terapi Pangan Lokal Bantu Jaga Stamina Tubuh

Tia Reisha - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menggelar Sosialisasi Manfaat Pangan Lokal untuk Stamina Tubuh dengan bantuan teknologi. Sosialisasi bekerja sama dengan HanaRa Clinic yang dikelola, dr. Henson Barki.

dr. Hanson menjelaskan kliniknya menggunakan teknologi yang disebut HanaRa Life Energy Pool dan Fountain untuk membangun stamina tubuh. Teknologi tersebut merupakan teknologi air terkini yang dibuat sesuai prinsip Body Intelligence. Fasilitas penerima 3 kali penghargaan rekor dunia dari MURI ini baru ada di Bandung dan merupakan fasilitas pertama di dunia. Teknologi ini digunakan HanaRa untuk mempercepat pencapaian potensi tubuh secara optimal.

"Organ vital pada tubuh manusia bisa mengganggu emosi. Kelima organ vital tersebut meliputi limpa, ginjal, liver, jantung, dan paru-paru yang kondisinya sangat dipengaruhi asupan makanan. Pangan lokal bisa membangun kerja yang positif kelima organ ini," ujar dr. Hanson dalam keterangan tertulis, Senin (3/12/2018).


Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada 1985 itu menerapkan metode pemeriksaan kinesiologi yang dikembangkan dr. Goodheart. Dokter di Amerika Serikat itu mendeteksi lemahnya kelima organ vital kesehatan manusia dari gerakan ototnya.

"Foto selfie digunakan sebagai alat ukur objektif. Terdapat perbedaan signifikan saat dilakukan tes pada foto sebelum dan sesudah masuk HanaRa Life Energy Pool. Vibrasi tubuh yang nyaman sampai level meridian terekam di foto (sesuai presentasi ilmiah di kongres kedokteran dunia tahun 2015)," terangnya.

"Tubuh memiliki sistem body intelligence sehingga saat tangan kita menyentuh foto, tubuh langsung bisa merespon. Bila vibrasi meridian tubuh kita belum koheren akibat stres, tes akan melemah," tambahnya.

Namun demikian, dr. Hanson menuturkan hal ini berbeda dengan kondisi setelah berlatih. Apalagi di dalam fasilitas HanaRa Life Energy Pool dan Fountain, vibrasi meridian tubuh sudah mulai koheren sampai level meridian. Hal ini ditandai dengan tubuh mulai nyaman sehingga membuat tes menguat. Jika tubuh nyaman sampai level meridian, koherensi tubuh pun mulai tercapai.

"Organ-organ tubuh mulai mampu saling membantu satu sama lain dengan harmoni. Harmoninya tubuh menghasilkan penguatan potensi stamina, kerja dan penampilan yang dibutuhkan untuk sukses," tuturnya.


Dr. Hanson juga menyebutkan ada 3 pertanda saat potensi tubuh mulai menguat. Pertama dilihat dari stamina. Ciri awal ketika meridian mulai pulih dan stamina pulih, maka program di awal meningkatkan stamina dulu.

"Jadi tanda yang membuktikan program pemulihan meridian berhasil dimulai adalah sekarang bisa naik tangga lebih banyak tanpa lelah," sebutnya.

"Kedua, produktivitas kerja. Kalau stamina sudah naik, baru produktivitas tubuh dan otak mulai naik," sambungnya.

Ketiga, lanjutnya, dilihat dari inner beauty atau karisma. Ia menjelaskan setelah stamina dan produktivitas kerja naik, selanjutnya akan diikuti oleh wajah lebih cerah. Level potensi tubuh ini, menurutnya, mengembalikan daya tarik ke masa kecil dulu. Ia mengatakan, inner beauty bayi dan anak kecil selalu berhasil menimbulkan rasa sayang pada mereka walaupun tanpa kosmetik.

"Inilah rahasia mempertahankan daya tarik alami hingga tua tanpa bedah atau obat. Levelnya bisa diukur dengan cek foto before after dengan test berdasarkan prinsip Body Intelligence," ucapnya.

Pada kegiatan ini, peserta diminta menunjuk sendiri wajah masing-masing di foto. Saat menyentuh foto before, tes akan melemah karena vibrasi wajah yang masih belum nyaman terekam di foto. Sesuai prinsip, vibrasi itu menular sehingga vibrasi foto wajah yang belum nyaman bisa juga membuat rasa tidak nyaman hingga melemahkan tes siapa pun yang menatap atau menyentuh fotonya.

"Sebaliknya, bila tubuh nyaman hingga level meridian, potensi mulai membaik. Tubuh mampu menularkan vibrasi nyaman ke sekitarnya. Membuat nyaman hingga menguatkan tes siapa pun yang menatap atau menyentuh fotonya," ujar dr. Hanson.

Pegawai Ditjen Hortikultura Kementan, Amir, mengatakan berkat rajin latihan menggunakan metode HanaRa, yakni gerakan tubuh disertai konsumsi pangan lokal, kini ia mampu naik tangga 3 kali lipat lebih tinggi dari sebelumnya.

"Berkat rajin latihan, sekarang saya mampu naik tangga 3 kali lipat lebih tinggi dari sebelum latihan HanaRa. Padahal sebelumnya saya tidak kuat berjalan jauh apalagi naik turun tangga sampai ke lantai 4. Ini saya rasakan langsung dan saya lakukan setiap hari. Saya bisa naik turun tangga gedung 4 tingkat," lanjutnya.

Sementara itu, Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan pengembangan pangan lokal dan bahkan ekspor ilmu pangan lokal akan menjadi program prioritas ke depannya. Upaya ini optimis bisa diwujudkan mengingat kualitas pangan lokal bisa dihasilkan petani.Selain itu, ketersediaan lahan pun masih banyak yang belum dioptimalkan secara khusus untuk mengembangkan pangan lokal yang benar-benar baik untuk kesehatan tubuh.

"Program pengembangan pangan lokal khususnya untuk stamina ini sangat penting. Di samping memberikan dampak asupan makanan yang sehat, juga memberikan pendapatan yang tinggi untuk petani. Sebab, ke depan konsumsi pangan lokal untuk stamina akan menjadi incaran generasi milenial," ujar Suwandi. (prf/up)
News Feed